3 Pesan Pak Naim dan Pak Rusman Sepulang Umrah


Total kunjungan 68 , Kunjungan hari ini 2 

Ritual umrah merupakan perjalanan spritual dalam Islam yang agung. Di dalamnya, terkandung beberapa pesan dan amalan yang selaras dengan salah satu rukun Islam, haji. Beberapa pesan tersebut sering kali diserap secara subjektif dari pengalaman melakukan ritual umrah.

Baru-baru ini, 2 pejabat Fakultas Agama Islam pulang dari perjalanan umrah, yakni Dekan FAI UMSurabaya Dr. Na’im, M.Ag dan Kaprodi PAI FAI UMSurabaya Rusman M. Pd.I. Ada beberapa pesan penting yang didapat oleh beberapa dosen yang telah mengunjungi mereka.

Pada Rabu (04/01) kemarin, beberapa dosen ziarah umrah ke rumah Pak Rusman. Sebagian beritanya telah ditulis oleh Sekprodi PAI Charis Hidayat. Sementara Hari Kamis ini (05/01), giliran beberapa dosen bershilaturrahmi ke rumah Pak Naim di Jl. Jetisari Permai G.41 Perumahan Wisma Permai Pepelegi.

BACA JUGA  Sembilan Mahasiswa FAI Berangkat Berdakwah ke Daerah Terpencil

Dua pertemuan tadi memendarkan 3 pesan penting. Pertama, dalam menghadapi permasalahan, kita harus mudah beradaptasi. Bukan menggerutu, namun cepat tanggap mencari solusi.

Pak Rusman menceritakan, keinginannya untuk mendekat ke tepi Ka’bah bukan tanpa halangan. Pengalaman dalam kondisi terjepit dari arah kanan dan kiri, sementara di arah  depan terdapat orang tinggi-besar, dan terdorong dari arah belakang, membuat Pak Rusman harus bersahabat dengan keadaan.

“Saya petakolan nang  orang di kanan-kiri saya”, begitu cerita Pak Rusman sambil tertawa lepas.

Kondisi yang tidak mengenakkan, dalam situasi apa pun, sering kali menghampiri. Saat itulah, sikap adabtable, selain responsive dan problem solving, mutlak harus menjadi pegangan hidup.

BACA JUGA  Kongres Ekonomi Ummat di Jakarta

Pesan kedua, Pak Rusman menceritakan bahwa ritual umrah pada Bulan Desember bisa dikatakan “Haji Kecil” karena kepadatan umat yang melakukan umrah. Istilah itu beliau dapati dari mutawwif yang membimbing Pak Rusman selama umrah di sana.

Informasi ini menjadi penting bukan saja untuk mempersiapkan diri, jika suatu saat nanti berkesempatan melakukan umrah di Bulan Desember, namun ada pergeseran massa dalam menentukan destinasi kegiatan akhir tahun.

Momentum menjadikan Saudi Arabia di akhir tahun ini bisa berangkat dari serapan anggaran organisasi agar lebih optimal atau hanya untuk menuntaskan happy new year. Terlepas dari itu, diksi “Haji Kecil” ini membuktikan kecenderungan umat untuk berakhir tahun di ritus ibadah, dengan melakukan umrah akhir tahun, terpantau melonjak.

BACA JUGA  Gandeng Bonek Campus, Himaprodi PAI Selenggarakan Talkshow Hardiknas 2017

Pesan terakhir, kami dapatkan dari Pak Naim. Saat beliau ditanya oleh salah satu dosen, “Pak Naim, sudah berapa kali melakukan umrah?”, Pak Naim hanya tersenyum. Sejurus kemudian, Pak Naim menjawab :

Ya….sudah beberapa kali. Lebih dari 7 atau 8 “.

Namun meski telah berkali-kali melakukan perjalanan umrah, beliau punya azm untuk berangkat umrah setiap tahun, jika kondisi kesehatan dan finansial masih memungkinkan.

Harapan itu kini memantul sebagai doa. Beberapa dosen yang hadir ikut tersenyum, sambil mengamini. Ada stimulus yang terus tertanam, kuat mendalam, bahwa motivasi untuk melakukan kebaikan (di masa mendatang) tidak boleh patah arang. Berusaha, berdoa, dan terus menjalin relasi boleh jadi semakin memudahkan kita untuk merapat dengan harapan. Semoga.

Komentar

komentar


Mohammad Ikhwanuddin

About Mohammad Ikhwanuddin

Mohammad Ikhwanuddin SHI MHI, Dosen dan Sekprodi Hukum Keluarga Islam ( Ahwal Syakhshiyyah) Fakultas Agama Islam UMSurabaya, dan menjadi salah satu Anggota ADHKI (Asosiasi Dosen Hukum Keluarga Islam ). Kini sedang menjalani pendidikan doktoral (S3) Prodi Studi Islam ( Islamic Studies) UIN Sunan Ampel Surabaya dengan Beasiswa Mora Scholarship Program 5000 Doktor Kemenag RI Tahun 2017. (Telepon/WA 083849992503)