4 Sikap Yang Harus Dimiliki Oleh Para Mubaligh


foto bersama, Mahasiswa Studi Agama-agama (Ushuluddin FIAD) dengan Ustadz Barir, usai acara.

Cahaya berkah bulan ramadhan sebentar lagi menyingsih, persiapan yang matang perlu untuk menyambut kedatangan nya. Usaha ini yang dilakukan oleh Mahasiswa Studi Agama-agama (Ushuluddin FIAD) UMSurabaya yang terhimpun dalam Himpunan Mahasiswa Prodi.

Dalam usaha tersebut, Hima SAA julukan Hima studi agama agama, mengimplementasikan usaha tersebut dalam kegiatan MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa) pada tanggal 13 Mei 2018 di Panti Asuhan Muhammadiyah Mulyorejo. Selain untuk menyongsong kedatangan bulan ramadhan, Kegiatan tersebut merupakan bentuk tindak lanjut dari kegiatan TRISMAA (Training of Studi Agama-agama) yang diadakan pada tanggal 4-6 Mei lalu. Selain menyiapkan bulan Ramadhan sebagai media untuk peningkatan taqwa, para Mahasiswa Studi Agama-agama juga mempersiapkan untuk kegiatan praktikum dakwah pada 15 awal bulan Ramadhan.

Dalam pembukaan acara , M.Irfan Mirhan, betindak selaku ketua Hima SAA menyampaikan,bahwa kegiatan sebagai persiapan untuk menjalankan tugas praktikum dakwah di Lamongan, dan pelatihan bagi mahasiswa Studi Agama-agama untuk memahami fenomena-fenomena masyarakat pinggiran.

Muhadhoroh, Fasahah bacaan Al-Qur’an ,dan sharing alumni adalah kegiatan yang terkemas dalam acara tersebut yang di bimbing oleh Ustadz Ahmad Barir, M.Si selaku alumni.  Dalam momen sharing alumni ,Ustadz Barir  memberikan nasehat penting untuk  para Mahasiswa, beliau menyampaikan,para mubaligh dalam berdakwah harus memiliki 4 poin ,1. Semangat, 2. Ilmu, 3. Strategi, 4. Sinyal hubungan dengan Allah harus connect terus, dalam hal ini adalah qiyamullail, jelas Ustadz Barir.

Diakhir acara Ustadz Barir menutupmya dengan do’a bersama untuk perdamaian kota Surabaya terkait peristiwa pengeboman beberpa gereja kemarin.

/zub/

Komentar

komentar

Leave a comment