Dosen FAI UMSurabaya Dukung Sosialisasi Uang Rupiah Tahun Emisi 2016


Hari ini, Senin 9 Januari 2017, BI wilayah Jawa Timur mengadakan sosialisasi uang rupiah tahun emisi 2016. Acara yang bertempat di ruang Singosari gedung Bank Indonesia, diikuti oleh beberapa kalangan, khususnya kalangan perbankan di wilayah Jawa Timur, baik konvensional maupun Syariah.Terlihat pula beberapa pejabat pemda Provinsi Jatim, TNI, Kepolisian, MUI Jatim dan Ormas Islam. Tak ketinggalan, beberapa dosen FAI UMSurabaya (Perbankan Syariah) yang juga tergabung dalam Forum Da’i Ekonomi Syariah (Fordeis) seperti Ust. Dian Berkah, MHI; Ust. Abdul Mujib, MM. dan Rukhul Amin, MSI., juga turut diundang dalam sosialisasi tersebut.

Dalam sambutannya, kepala kantor BI Wilayah Jawa Timur, Benny Siswanto menyatakan bahwa penerbitan Uang Baru ini merupakan amanat dari UU Nomor. 7 tahun 2011 tentang Mata Uang. Lebih lanjut menurutnya bahwa uang adalah salah satu simbol negara, oleh karenanya kita harus dapat memberikan penghargaan dan menjaga wibawa uang Rupiah, salah satunya dengan senantiasa menggunakan Rupiah sebagai alat transaksi di Wilayah Indonesia.

Dalam kesempatan selanjutnya, Hestu Wibowo sebagai perwakilan dari BI Pusat memberikan penjelasan mengapa penerbitan Uang Rupiah tahun Emisi 2016 ini begitu istimewa dan perlu disosialisasikan? Dalam uraiannya ia menjelaskan karena Uang Rupiah tahun Emisi 2016 ini (terbit dengan 7 pecahan uang kertas: 100 ribu Rupiah, 50 ribu Rupiah, 20 ribu Rupiah, 10 ribu Rupiah, 5 ribu Rupiah, 2 ribu Rupiah dan 1 ribu Rupiah serta 5 pecahan uang logam: 1 ribu Rupiah, 500 Rupiah, 200 Rupiah dan 100 Rupiah) diterbitkan untuk pertama kalinya dengan semua jenis pecahannya. Selain itu sosialisasi ini juga digencarkan guna menangkal opini keliru yang berkembang di masyarakat.

Lebih lanjut ia menjelaskan pula bahwa Uang Rupiah Tahun Emisi 2016 ini dibekali dengan 12 pengaman yang cukup canggih agar terhindar dari upaya pemalsuan, yaitu: color shifting, rainbow feature, latent image, blind code dan teknologi/teknik rectoverso yang belakangan hasilnya banyak memunculkan kontroversi.

Dalam acara itu, salah satu pentolan Fordeis, Ust. Dian Berkah, MHI. diminta utk memimpin doa. Dalam doa tersebut, Ust. Dian memohon agar bangsa Indonesia dapat membebaskan dirinya dari kesenjangan ekonomi dengan sinergi antar berbagai elemen, termasuk Bank Indonesia.

 

 

Komentar

komentar

Dibaca : 2,052 pengunjung.