Antara Kisah, Hikmah, dan Sikap Kita


Dalam setiap kisah, saya meyakini ada pelajaran yang bisa dipetik, sekecil dan seremeh apa pun kisah itu. Karena dalam setiap peristiwa seringkali muncul reaksi yang tak terduga, beragam, dan bisa membuat kita semakin kaya akan pengalaman. “And to every action there is always an equal and opposite or contrary reaction” (pada setiap aksi, selalu akan muncul reaksi yang sama atau berlawanan), begitu kalimat dari Issac Newton (1643-1727).

Saya kemudian berefleksi tentang peristiwa pagi ini, 8 Maret 2018. Ada kelas yang harus saya hadiri pukul 08.00 pagi. Melewati jalananan sepanjang 21 km dari Desa Wedi ke Jl Sutorejo, saya tiba dan masuk di kelas Jam 08.10. Kelas sepi. Saya teringat, ada kontrak kuliah yang disepakati bahwa masuk boleh 8.20. Toleransi waktu yang cukup banyak.

Jam sudah menunjukkan pukul 08.20, dan mahasiswa yang hadir masih 4 (dari 26 mahasiswa). Kami memulai pelajaran. Mahasiswa lain mulai berdatangan (beberapa malah baru datang Jam 09). Saya tidak tega mengingat kontrak kuliah bahwa yang datang lebih dari 08.20 tidak diperkenankan masuk.

Saya teringat saat saya masih mengenyam pendidikan strata satu, 11 tahun silam. Saya -dan beberapa teman- pernah mengalami hal yang sama. Saya terlambat 5 menitan dari kesepakatan masuk. Saat masuk, sang guru berkata dengan nada sopan dan halus “Mas, tolong tutup pintunya dari luar ya!”. Dengan wajah masam, menahan tawa, saya pun menutup pintu, dari luar.

Tentu tidak banyak dosen yang seperti itu. Saya juga bukan pendidik yang bisa ditiru terkait kedisplinan. Namun saya menyadari, bahwa setiap kisah pasti ada pelajaran yang bisa dipetik. Saya ingin belajar, dan mengajak serta teman-teman mahasiswa belajar, bahwa pesan dan kesan bisa dipetik di tiap peristiwa.

Saya meminta maaf, dan bahkan memberi absen hadir pada semua yang terlambat datang, namun tidak diperkenankan masuk. Saya tahu, ada perjuangan di tiap usaha menuju kelas. Berjibaku dengan waktu, menyalip tiap kendaraan berebut sejengkal jalan, bahkan berebut naik lift atau naik tangga, merupakan bentuk perjuangan tersendiri.

Semoga saya, dan beberapa teman bisa mengambil hikmah. Tentu saja, peristiwa ini akan memunculkan reaksi yang tak terduga, bisa selaras dan bernilai positif-produktif, namun bisa jadi justru melahirkan reaksi yang berseberangan dan kontraproduktif. Seperti petuah Issac Newton di atas, “..and to every action there is always an equal and opposite or contrary reaction”. Salam.

Komentar

komentar


Mohammad Ikhwanuddin

About Mohammad Ikhwanuddin

Mohammad Ikhwanuddin SHI MHI, Dosen dan Sekprodi Hukum Keluarga Islam ( Ahwal Syakhshiyyah) Fakultas Agama Islam UMSurabaya. Kini sedang Studi Doktoral (S3) Dirasah Islamiyah ( Islamic Studies) UIN Sunan Ampel dengan Beasiswa Mora Scholarship Program 5000 Doktor Kemenag RI Tahun 2017. (Telepon/WA 083849992503)

Leave a comment