Arti Bahagia


Oleh : M. Arfian Septiansyah

Apa yang dimaksud dengan bahagia, mungkin sebagian orang berpikiran bahwa dengan bergelimang harta kebahagian dapat diraih mungkin bisa jadi karena dengan harta yang kita miliki semua diingin dapat terwujud. Mulai dari rumah mewah, mobil import, hingga baju kelas dunia bahkan pergi keluar negeri dan masih banyak lagi kemewahan duniawi. Namun ada kalanya segala kemewahan itu menjadi sebuah kesedihan dikala seseorang tersebut dililit berbagai macam hutang, sehingga memaksa menguras seluruh harta yang begitu banyaknya untuk melunasi segala macam tunggakan, atau karena seseorang tersebut terserang penyakit parah sehingga harus dirujuk ke dalam kerumah sakit, sehingga harta tersebut tak dapat dirasakan sepenuhnya dikarenakan harus membayar obat dan perawatan yang pastinya tidaklah murah dan membutuhkan dana yang lebih.

Namun ada juga seseorang yang bahagia apabila melihat saudara atau temannya tersakiti, bahkan dia merasa bangga apabila seseorang tersebut tertindas karena sikap dan perbuatannya. Mungkin didalam benaknya apabila dia telah menyakiti fisik maupun perasaan orang lain tersebut dirinya akan merasa lebih hebat daripada orang yang tersakiti bisa jadi karena jabatan yang tinggi, mungkin saja dia lebih tangguh daripada orang tersakiti, dan memiliki kekuasaan yang tinggi, sehingga dapat dengan semena–mena menindas kaum yang lebih lemah. Namun sifat yang seperti ini sangatlah dibenci oleh alloh SWT, karena termasuk perbuatan dzalim seperti tercermin dalam surat Al Hujurat ayat 11 :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim (QS Al Hujurat.ayat 11).

Pada hakikatnya kebahagian yang hakiki adalah, dimana kita dapat mensyukuri segala nikmat yang diberikan oleh Alloh SWT, baik itu yang berwujud materi maupun non materi. Selain itu kita juga harus saling menyayangi sesama manusia uatdan apabila seseorang tersebut berbuat kesalahan hendaknya ia segera bertaubat atas segala kesalahannya seperti diriwayatkan dalam sebuah hadist :
عَنْ أَنَسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ
Dari Anas Radhiyallahu anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Semua anak cucu Adam sering berbuat salah dan sebaik-baik orang yang banyak berbuat salah adalah mereka yang banyak bertaubat.” [HR. Ahmad; Tirmidzi; Ibnu Mâjah; Dârimi]
Dan hendaknya harus saling menyayangi terhadap sesama manusia, agar tercipta kerukunan dan kedamaian yang seperti dijelaskan dalam hadist berikut :

مَنْ لَا يَرْحَمْ النَّاسَ لَا يَرْحَمْهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ
Barang siapa tidak menyayangi manusia, maka Allah tidak akan menyayanginya (HR.Muslim)

Komentar

komentar

Dibaca : 9,555 pengunjung.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Solve : *
12 + 10 =