Beginilah, Salah Satu Wajah Lembaga Pendidikan di Thailand Selatan


Oleh : AHMAD HABIBI BAHRUL ILMI

Tepat pada tanggal 13 November 2018, kami selaku mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya  yang mengikuti progam  KKN dan PPL internasional dengan Rahmat dan Nikmat Allah SWT akhirnya berangkat menuju ke negara yang memiliki julukan negeri gajah putih (thailand) tersebut, setelah mengalami penundaan keberangkatan beberapa bulan sebelumnya. dengan jumlah yang tidak banyak, hanya 22 mahasiswa dan 1 dosen pembimbing dengan semangat yang menggebuh – gebuh akhirnya kamipun sampai dinegara tujuan setelah melakukan perjalanan yang cukup menguras tenaga dan waktu. Namun disini saya tidak ingin menceritakan panjang lebar tentang perjalanan kami menuju ke negeri thailand tersebut. 

Pagi hari pun datang sedikit syahdu, diiringi dengan rintikan air hujan yang jatuhdari langit serta ditemani secangkir thai tea hangat terasa seakan hidup ini sangatlah sempurna nan indah yang wajib kita syukuri atas nikmat Allah Ta’ala. Tak lama kemudian sayapun bergegas untuk bersiap – siap menuju ke suatu lembaga yang tak jauh dari tempat kami tinggal selama di thailand. Lembaga pendidikan itu adalah Kallayanachonrangshan foundation school. Waktu menunjukkan pukul 07.30 sayapun berangkat dengan berjalan kaki dengan kondisi sedikit becek tergenang air hujan. Pertama kali yang saya liat setelah sampaidisekolah adalah suatu pemandangan yang sangat bagus, bukan karna pemandangan alam disekitar melainkan pemandangan akrab antara guru dan murid. Ya…begitu ramahnya seorang guru ketika menyambut kedatangan murid – murid di depan halaman sekolah dan murid – muridpun begitu santun sebaliknya. Mungkin ini sisi baik yang bisa kita bawa pulang dan kita terapkan di lembaga indonesia khususnya di lembaga sekolah yang saya ajar selama ini.

Lantai demi lantai, kelas demi kelas, dan ruangan demi ruangan saya lihat satu persatu, disini saya menemukan kembali suatu percontohan yang baik dari lembaga ini yaitu menjaga kebersihan yang ada disekeklingnya, dari arah berlawanan saya berpapasan dengan seorang guru yang juga mengajar materi agama islam. Sayapun memberanikan bertanya kepada beliau yang lulusan dari Maroko. Saya bertanya

Darisitu sudah bisa dipastikan bahwa lembaga ini sangatlah mengutamakan pendidikan akhlaq dan sopan santun terhadap peserta didiknya. Tidak heran jika saya pertamakali masuk banyak yang mengucapkan salam, salim mencium tangan, bahkan ada yang bertanya – tanya tentang saya dengan bahasa mereka (thailand language). Sayapun hanya bisa memandang dan memberi senyum kembali kepada mereka dengan sedikit ketawa karna tak paham akan bahasa mereka….he. namun itu bukan suatu hambatan bagi saya untuk tidak berkomunikasi dengan warga sekolah dan sekelilingnya. sayapun meminta izin kepada direktur (kepala sekolah) untuk melihat – lihat apa yang ada disekolah kallayanachonrangshan. Namanya sangat susah diucapkan tidakteman – teman ? he…..

 يا استاذ, لماذا هذه المدرسة تكون نظيف جدّا, بعد درت ثلاثة طباقات ما وجدت الزبلات في اي مكان كانت؟ ” “

Beliau pun menjawab “ Subhanallah wal Hamdulillah, memang sekolah ini sangat menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah. Setiap warga sekolah wajib dan mempunyai tanggung jawab atas kebersihan yang ada disekelilingnya. Tak hanya budak – budak saja, tapi guru – gurupun juga demikian. Maka dari itulah sekolah ini selalu terlihat bersih, rapi, nan indah. Ketika itu saya ketawa dan senyum karena ternyata beliau bisa cakap melayu/indonesia. Selain pandai melayu dan arab beliau juga pandai berbahasa inggris dan bahasa siam (thai). Disisi lain saya merasa malu karna sudah yahanu pakai bahasa arab. Hhhhh….namun tidak masalah. Karna bahasa sangatlah penting dan salah satu kunci kita untuk menggenggam dunia (explore the word)

Tak hanya sampai disitu, sayapun melanjutkan melihat ke kantor guru, langkah demi langkah saya melihat ada yang aneh di dalam kantor ini, ada yang tau…??? Ya…kantor yang saya masukia dalah kantor khusus guru perempuan. Uppss….salah masuk teman – teman. memang lembaga ini membedakan antara kantor untuk guru perempuan dan kantor guru untuk guru laki – laki, begitu juga dengan ruang kelas perempuan dan kelas laki –laki. Kelas perempuan jadi satu dengan perempuan, dan kelas laki – laki jadi satu dengan laki – laki sesuai dengan tingkatan mereka. Aneh bukan sih…??? pasti bagi orang awam melihatnya sangat aneh, toh nyatanya ini lembaga masih tahap tingkat dasar yang notabennya masih anak – anak. Namun dari situlah lembaga ini ingin menanamkan rasa malu dan menjaga diri dari lawan jenisnya….. Wallahu A’lam

Komentar

komentar

Leave a comment