Belajar Bersyukur


 

Oleh : Bobi Puji Purwanto

Kita lihat tanaman. Tanaman apabila ia disiram air secara terus-menerus dengan takaran proporsional serta tepat waktu, maka tanaman itu bukan hanya tumbuh cepat ke atas, tetapi ia akan subur, berbunga cantik, serta menebar keharuman pada sekelilingnya. Sedangkan sebaliknya, apabila jarang atau tidak pernah disiram, tanaman itu menjadi tidak tumbuh cepat, begitu-begitu saja (stagnand), kering, bahkan bisa sampai mengalami keguguran yang menyedihkan.

Ilustrasi di atas mengenai proses tanaman subur sampai berbunga harum, ini kayaknya kompetibel dengan proses meningkatnya kualitas ketaqwaan manusia kepada Sang Pencipta, Allah SWT. Ketika kesuburan tanaman penyebabnya adalah air yang disiramkan secara intesif berdasarkan ukuran proporsional. Maka, kualitas ketaqwaan manusia akan terjadi subur bilamana manusia rajin memanjatkan syukur secara terus-menerus. Jadi, menurut saya, salah satu penyebab suburnya ketaqwaan ialah banyak-banyaklah kita bersyukur.

Bersyukur itu adalah kesadaran berpikir dan kelapangan hati kita manusia dalam menerima (Matur Nuwun) nikmat atau rezeki dari Allah pada kondisi apapun itu. Kalau kita selalu bersyukur kepada-Nya, maka insyaAllah, kualitas taqwa kita mengalami perkembangan. Artinya, kita selalu yakin bahwa apa saja yang diberikan oleh Allah kepada kita, semua ada hikmahnya. Dan, Allah tidak akan pernah lepas tangan bagi hambanya. Selalu memberi pertolongan. Puncaknya, kita selalu memelihara diri dari siksa-Nya dengan sepenuh hati menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Saya ambil contoh berpuasa. Sesungguhnya, ada semacam impresi menarik dari kita berpuasa menahan lapar dan dahaga. Menahan lapar dan dahaga dalam berpuasa itu, menurut utak-utik saya, merupakan pengingat bagi kita yang mampu terhadap saudara semanusia khususnya Islam yang sulit makan dan minum. Kita yang termasuk kalangan mampu dididik untuk merasakan hal tersebut, sehingga ketika sudah merasakan, kita mampu bersyukur bahwa Allah sangat kuasa dan kaya. Lalu, kita secara sadar optimis untuk bersedekah terhadap saudara kita yang tidak mampu demikian. Dan, puncaknya ialah ketaqwaan kita semakin meningkat. Allah yang terbaik.

Masih dalam konteks bersyukur. Kawan, ada rumus spesial dari Allah tentang syukur. Jadi, tentu tak perlu kawatir, apabila kita beryukur, maka keberlimpahan akan diberikan kepada kita yang beriman. Allah menyatakan pada surat Ibrahim ayat 7 bahwa, “Dan ingatlah, tatkala Tuhanmu memaklumkan, sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku (Allah) akan menambahkan (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. Bersyukurlah kita, maka nikmat akan ditambah.

Kawan, kita hidup ini adalah untuk belajar. Sebagai manusia, tentu kita juga tak pernah luput dari salah dan cela. Oleh sebab itu, mari kita belajar dengan keikhlasan, ketulusan, kerendah hatian, dan semangat yang cerah, semata-mata hanya untuk mendekatkan diri pada-Nya. Dengan kita belajar tentang syukur dari hal-hal sederhana, kemudian gemar bersedekah, maka kita yakin, bahwa sesungguhnya keindahan surga terjaminkan kepada kita. Apapun kondisi kita, mari kita optimis untuk bersyukur kepada-Nya.

“Mari semangat bersyukur dengan bersedakah untuk ketentraman dunia dan akhirat”. Kata Pak Din Syamsudin, mari kita gemar memberi, karena kita sudah diberi.

SalamAction

Komentar

komentar

Dibaca : 41,504 pengunjung.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Solve : *
26 − 17 =