Belajarlah jadi pemimpin


Total kunjungan 61 , Kunjungan hari ini 2 

Oleh : Bobi Puji Purwanto (Ketua Umum IMM Al-Qossam)

Manusia diciptakan ke dunia sebagai pemimpin. Ya, setiap manusia sejatinya ialah pemimpin. Baik memimpin pada lingkup diri sendiri atau memimpin sebuah organisasi serta perusahaan. Tidak bisa dipungkiri lagi, Hal ini semakin diperjelas oleh islam, bahwa manusia ialah khalifah di bumi.

Teringat kembali, Sabda Rasullulah SAW yang menjelaskan bahwa jika ada di antara kita yang melakukan suatu perjalanan, dan perjalanan itu melibatkan minimal tiga orang, maka salah satu dari mereka harus menjadi pemimpin untuk rombongan itu. Sangat jelas.

Dalam konteks berorganisasi, seseorang menjadi pemimpin tentu tidak semuanya banyak yang mengikutinya. Ilustrasinya begini, katakanlah ada 100 anggota, maka 20% pro dengan visi pemimpin, 20% kontra, dan 60% adalah ia anggota yang ikut-ikutan. Ada juga anggota yang awalnya Pro menjadi Kontra dengan segala konsep kepemimpinnya. Sangat bervariasi, dan itulah dunia Leadership.

Apabila ada pemimpin dalam wilayah organisasi dicintai, dan banyak yang Pro dengan visinya, maka ia merupakan pemimpin yang visioner serta anggun dalam bersikap. Dampak dari gagasan-gagasannya selalu berbuah kebaikan. Ia berhasil menciptakan perubahan lingkungan yang produktif dan selalu mengajak anggotanya tumbuh kembang bersama.

Contoh, lihatlah pemimpin islam besar dunia, Rasulullah Muhammad SAW. Beliau adalah navigasi kebenaran. Beliau merupakan peta atau petunjuk kebaikan. Dihargai, dicintai, dan beliau tidak pernah bersikap kasar meskipun banyak orang yang menyakitinya. Beliau selalu mengajak umatnya mencari bagaimana sesuatu bisa dianggap negatif serta positif. Dan puncaknya ialah keselamatan bagi umatnya.

BACA JUGA  Waspadai Gambar HOAX, Berikut Cara Cek Keasliannya

Itulah teladan pemimpin yang visioner, konsisten, lembut, prinsipnya kuat mengambil pelajaran dalam berbagai ujian. Ini merupakan bukti tingkat kepemimpinan sukses tertinggi yang terjadi dalam sejarah kehidupan manusia. Beliau pemimpin menang.

Dalam cacatan ini, saya akan berbagi tentang nutrisi sederhana menjadi pemimpin winner. Apa saja yang harus dimiliki oleh pemimpin demikian?

Visi dan misi jelas.
Pemimpin winner adalah mereka yang mempunyai visi dan misi jelas serta terukur. Cara pandangnya jauh ke depan dan tidak menghindari hal-hal yang penting di depan mata. Ia sangat perhatian dengan sinergitas keduanya. Antara visi dan misi harus berkorelasi. Merehmekan suatu hal kecil sangat tidak disukainya. Karena pemimpin seperti ini mengerti bahwa sesuatu yang besar dibentuk dari sesuatu yang kecil.

Berintegritas
Integritas seorang pemimpin merupakan hal penting yang selalu dikembangkan. Tidak bisa dibenarkan jika integritas hanya digunakan dalam momentum tertentu saja. Harus setiap saat berfungsi dan bekerja dalam diri seorang leader. Integritas yang saya maksud bukan hanya membangun kredibilitas. Tetapi, di dalamnya terdapat kasih dan sayang kuat terhadap anggota atau rakyatnya. Dan seorang pemimpin winner harus mempunyainya.

BACA JUGA  Pentingnya Kerjasama Tim

Komitmen
Sebagaimana pada catatan-catatan saya sebelumnya, bahwa di dunia ini, orang pintar sangatlah banyak. Sedangkan, orang dengan komitmen begitu minim. Lalu, dalam ia menjalankan hasil berpikirnya menjadi tidak ada lanjutannya. Akibatnya, banyak program-program tidak selesai. Lebih parahnya, program yang tidak selesai itu mengganggu serta meresahkan anggota dan rakyatnya. Oleh sebab itu, disamping genius dalam membuat gagasan, komitmen kuat harus selalu ditumbuhkan oleh pemimpin winner.

Berani mengambil keputusan tegas.
Seorang pemimpin menang, tidak boleh ‘mblah-mbleh’ atau labil. Ia harus tegas terhadap keputusan-keputusan yang ia ambil. Ia harus berani mengambil risiko dari keputusannya. Tidak boleh lari darinya apabila hambatan dan rintangan menghampiri. Pemimpin adalah driver. Ketika ia mengemudikan mobil, lalu terjebak macet, maka ia harus mengambil keputusan untuk mencari jalan lain atau berfikir sesuatu. Sehingga penumpangnya tidak kebingungan di dalam mobil. Tegas mengambil keputusan.

Mempuyai jiwa sosial tinggi.
Pemimpin menang ialah mereka yang suka berkumpul dengan rakyat kecil. Mereka selalu mendengarkan serta menampung seluruh keluhan rakyatnya. Lalu, keluhan itu segera diselesaikan. Tidak membeda-bedakan antara pendapat berbobot dan tidak dari rakyatnya. Semua diterima. Pemimpin tersebut juga suka berbagai kebahagiaan terhadap sesama.

BACA JUGA  Belajar Meraih Cita-cita

Selalu berfikir logis
Iya, logis. Pemimpin menang harus logis cara berpikirnya. Ibarat berselancar di atas gelombang air laut, mereka selalu mempertimbangkan air ombak berbahaya atau tidak. Ukuran air untuk berselancar kira-kira berapa meter. Cuacanya bagaimana, kondisi papan selancar tepat atau tidak, dan seterusnya. Ya, berpikir logis landasannya adalan ilmu pengetahuan yang luas. Pemimpin logis, adala mereka yang selalu cinta dengan ilmu pengetahuan.

Fokus pada proses.
Apapun prahara yang akan terjadi di lapangan, ia tidak akan peduli. Ia akan terus berjalan, berproses sampai tujuan tercapai. Prinsip tidak pernah takut serta selalu optimis menjadi perhatian khusus. Ilustrasinya, ketika ia naik gunung, maka ia akan menikmati setiap medan yang dilalui. Bebatuan, tanjakkan berbahaya, udara dingin, dan seterusnya. Jadi, itulah winner of leader.

Indah, sebagai kalimat pemungkas, saya akan libatkan kalimat salah satu pemimpin menang dalam sejarah kepemimpinan di dunia. Ya, Ir.Soekarno tokoh leadership dunia yang menjadi presiden pertama Indonesia. Begini, “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”.

Wallahua’lam

Komentar

komentar

Leave a comment