Berfikirlah Sederhana


Total kunjungan 70 , Kunjungan hari ini 1 

Oleh : Bobi Puji Purwanto (Ketua Umum IMM Al-Qossam)

"The power of simplicity, sseorang pemimpin yang berjiwa driver (pengemudi) harus bisa membuat dirinya sederhana". (Prof. Rhenald Kasali P. hD). Salah satu ungkapan favorit saya selama ini.

Hidup ini selalu tak lepas dari masalah. Kadang masalah itu datang secara terencana (dibuat-buat), kadang juga datang dari arah mana saja secara tiba-tiba. Indah sekali, dampaknya berbeda-beda, dan begitulah dinamika kehidupan. Tekanan-tekanan ini, membuat kita manusia harus berfikir cepat dan tangkas dalam menyelesaikan sebuah masalah yang terjadi. Akan tetapi, karena cara berfikir manusia selalu diselimuti ketidakpastian dan keragu-raguan dalam bersikap (mengambil keputusan), menyebabkan masalah yang datang menjadi rumit dan tidak terkendali, dampaknya menjadi tidak baik. Apalagi masalah yang dibesar-besarkan, padahal sebenarnya simple saja diselesaikan.

Setiap orang pasti mendapatkan masalah. Itu fitrah, dan nikmat sekali. Kita tidak bisa lepas dan lari darinya. Jika lari, maka pembelajaran terbaik tidak akan menghampiri kita. Hidup jadi vakum, tidak berwarna, dan begitu-begitu saja. Ibarat kita makan, masalah itu lauk-pauknya. saat makan tanpa lauk-pauk, rasanya sangat kurang, anyep, serta begitu menjengkelkan, tidak nikmat, realita pada umumnya. Jadi, kecil maupun besar masalahnya, kita harus hadapi dengan kekutan niat dan selalu bersyukur. Saran saya, langkah yang harus dilakukan agar masalah itu terlihat biasa-biasa saja (mudah) tanpa menghindarinya, dan positif manfaatnya ialah sederhanakan cara berfikir kita. Semuanya harus kita persimple, karena kesederhanaan adalah garis tengah kesulitan dan kemudahan.

BACA JUGA  Ketika "Hoax Lama Beredar Kembali"

Cara berfikir sederhana, tidak sampai pada titik mengatasi masalah hidup saja. Berfikir sederhana, juga selalu digunakan para ilmuwan dunia dalam melahirkan teori-teori hebatnya. Ya misal, kita masih ingat Sigmund Freud? Iya, ia bisa saja membuat beratus-ratus, atau bahkan beribu-ribu elemen yang ada dalam diri manusia. Tetapi, ia hanya membaginya menjadi 3 elemen saja. Apa itu ? Id, ego dan super-ego. Ada lagi, Adam Smith, yang mempunyai banyak karya luar biasa. Tetapi, dalam karyanya yang mendunia, setau saya, yang terkenal ialah ‘Invisible Hand’ (tangan-tangan tak terlihat). Albert Einsten juga demikian, ia bisa membuat rumus panjang dan rumit. Tetapi, ia sederhanakan menjadi E=Mc² (Kwadrat). Rumus terkenal dalam teori relativitasnya.

BACA JUGA  HIDUP TAK SELAMANYA BERJALAN MULUS

Dalam keseharian, misalkan kita ingin melangkah pergi ke suatu tempat, lalu tangan kanan, kiri, kaki kanan, dan kiri banyak besi-besi terpasang, maka, kita akan sulit dan berat untuk bergerak. Benar kan ? Pasti. Kita membawa tas dengan banyak perlengkapan, semua isi rumah kita bawa, padahal kita pergi ke tempat yang tidak jauh dari rumah. Artinya, lakukan pergerakan dengan baik dan sederhana. Pergerakan yang tidak terlalu “muluk-muluk” yang terpenting terealisasi dan besar manfaatnya. Simpanlah secara rapi sesuatu yang tidak diperlukan. Lakukan sesuatu dengan bekal seperlunya saja. Lagi-lagi sederhanakan cara berfikir kita.

Lalu, bagaimana menumbuhkan cara berfikir sederhana? Apa saja yang harus dipersiapkan?

Perkuat mental, kita kuatkan dan siapkan mental driver (pengemudi) sebaik mungkin. Mental dimana siap mengambil risiko, bertanggung jawab, pantang menyerah, dan tidak tergesah-gesah dalam mengambil keputusan. Kedua, manajemen waktu. Kita kelola waktu dengan baik. Waktu dimana kita harus bertindak dan dimana harus diam. Diam bukan berarti tidak berbuat apa-apa, melainkan diam dalam berfikir merancang strategi. Dan terakhir, berdo’a. Berdo’a agar semua urusan dibantu oleh sang maha kuasa. Diberikan perlindungan dan Kasih sayang-Nya. Selain itu, berdo’a juga bisa membuat kita kreatif dalam menyelesaikan segala urusan apapun itu.

BACA JUGA  Entrepreneurial dan managerial

Bagi seorang pemimpin, khususnya kita manusia, sangat penting apabila ditanamkan cara berfikir sederhana dalam mengatasi segala hal. Baik dalam permasalahan ketatanegaraan, bisnis, dengan rakyat atau pribadinya. Kesederhanaan itu indah dan menganggumkan. Pemimpin yang sederhana ialah pemimpin yang mendengarkan berbagi sudut suara rakyat dan anggotanya, membimbing dengan hati yang bersih, menggunakan amanah tetap santun, dan tidak ambisius terhadap kesewenang-wenangan (uang). Maka, inspiratif dalam ilmu pengetahuan, tangkas di lapangan, sejuk dalam berkomunikasi, manjadikan pemimpin disegani dan dihormati. Sederhanakan!

Wallahu’alam

Komentar

komentar

Leave a comment