Dukungan Keluarga dalam Pemberian ASI kepada Bayi (Refleksi Hari ASI Dunia 1 Agustus)


Ainun Nuzula (AN)

Oleh Ainun Nuzula, Alumni Prodi Hukum Keluarga Islam UMSurabaya Tahun 2018.

Menyiapkan generasi penerus agar menjadi generasi yang kuat secara fisik, mental dan spiritual menjadi kewajiban bagi orang tua. Berbagai cara ditempuh oleh pasangan suami-istri agar buah hatinya dapat berkembang dengan baik dan menjadi putra-putri sebagaimana yang diharapkan. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan memberikan Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif kepada buah hati.

ASI merupakan makanan pertama dan utama yang diberikan kepada bayi. Pada ASI terkandung berbagai zat gizi antara lain : lemak, karbohidrat, protein, garam, mineral dan vitamin. Pemberian ASI dapat mencukupi kebutuhan nutrisi pada 1 tahun pertama, separuh nutrisi pada semester pertama tahun kedua, dan sepertiga nutrisi pada semester pertama tahun kedua.

BACA JUGA  Beasiswa Tahfidz Kemenag RI 2016

Secara psikis, pemberian ASI secara langsung dengan melakukan kontak fisik antara seorang ibu dan bayinya akan menimbulkan rasa aman dan nyaman khususnya bagi bayi. Perasaan tersebut menjadi dasar kepercayaan seorang bayi kepada ibunya (basic sense of trust). Selain itu, pemberian ASI bermanfaat untuk melahirkan ikatan batin yang kuat antara ibu dan bayi. Hal tersebut dikarenakan menyusui merupakan fitrah dan naluri seorang ibu.

Dalam QS Al-Baqarah ayat 233, Allah memerintahkan para ibu untuk memberikan ASI kepada anak-anaknya selama dua tahun penuh. Perintah yang sama dapat pula ditemui pada QS Luqman ayat 14 dan QS Al-Ahqaaf ayat 15. Persoalan menyusui, meskipun hal tersebut merupakan relasi antara ibu dan bayinya, namun bukan berarti pihak lain tidak memiliki tugas dan kewajiban apapun.

BACA JUGA  Sosok Yang Terlupakan

Dalam hal ini, keluarga sebagai lingkungan terdekat dari ibu dan bayi memiliki kewajiban untuk memberikan dukungan sepenuhnya. Dalam struktur keluarga, dikenal istilah keluarga inti (nuclear family), yang mana di dalamnya terdapat anggota yakni ayah, ibu dan anak. Seorang ayah memiliki peran penting dalam memberikan dukungan kepada istrinya saat masuk masa menyusui.

Dukungan tersebut menunjukkan adanya perhatian dan kepedulian, sehingga diharapkan mampu menjadi motivasi bagi seorang ibu saat menyusui bayinya. Tanpa adanya dukungan, maka aktifitas menyusui barangkali tidak akan berjalan secara maksimal.

Dukungan dari suami antara lain dalam bentuk saling berbagi peran dalam menjaga dan merawat buah hati. Bergantian menggendong, memandikan serta mengganti popok bayi dapat menjadi dukungan yang luar biasa. Membantu membersihkan rumah, menjaga kakak si bayi, dan sebagainya. Dalam hal ini, seorang suami memberi kesempatan kepada istrinya untuk sejenak beristirahat guna memulihkan stamina yang terkuras. Memberikan perhatian dalam berbagai hal sekecil apapun semisal menyiapkan bantal sebagai sandaran punggung, juga merupakan bentuk dari dukungan.

BACA JUGA  Keberaksaraan dan Konten Jejaring Sosial Kita

Tidak bisa dipungkiri, terkadang seorang ibu merasa drop secara fisik maupun down secara psikis akibat banyaknya pikiran dan kelelahan usai melakukan rutinitas memberikan ASI. Tentu ini berdampak pada banyak hal, antara lain menurunnya gairah seksual yang mungkin terjadi akibat kelelahan.

Dalam hal ini, seorang suami harus mampu memahami dengan baik kondisi istrinya serta mampu memaklumi jika terjadi penurunan kuantitas dan kualitas pelayanan dikarenakan bertambahnya jumlah jiwa yang harus dilayani oleh istri. Dukungan dan perhatian diharapkan mampu membangkitkan kembali kekuatan fisik dan psikis ibu dari sang buah hati.

Poster hasil penelitian yang dilakukan oleh Ainun Nuzula saat menyelesaikan pendidikan strata satu (S1) Prodi Hukum Keluarga Islam UMSurabaya

Akhirnya, Selamat Hari ASI se-Dunia, 1 Agustus 2019. Mari kita perkuat dukungan semua pihak khususnya keluarga pada program pemberian ASI eksklusif untuk mewujudkan generasi yang berkualitas pada masa yang akan datang.

Komentar

komentar


Mohammad Ikhwanuddin

About Mohammad Ikhwanuddin

Mohammad Ikhwanuddin SHI MHI, Dosen dan Sekprodi Hukum Keluarga Islam ( Ahwal Syakhshiyyah) Fakultas Agama Islam UMSurabaya. Kini sedang menjalani pendidikan doktoral (S3) Prodi Studi Islam ( Islamic Studies) UIN Sunan Ampel Surabaya dengan Beasiswa Mora Scholarship Program 5000 Doktor Kemenag RI Tahun 2017. (Telepon/WA 083849992503)

Leave a comment