Entrepreneurial dan managerial


Total kunjungan 185 , Kunjungan hari ini 1 

Enterpreneurial and Managerial.

Setiap orang pasti menginginkan hidup yang lebih baik dan lebih tercukupi dari sisi manapun saja itu. Menginginkan perusahaan yang dikelolanya jadi lebih berkembang dan mempunyai daya saing yang tinggi dikanca nasional maupun internasional. Dan ada juga yang ingin membuat perusahaannya bangkit dari pada keterpurukan atau kebangkrutan. Memang begitulah kondisi sebenarnya yang ada pada benak orang masing-masing.

Dalam berkehidupan juga demikian, ingin selalu dipandang bijak, selalu dinilai komitmen, dan tentunya bisa berada dalam lingkaran serba kecukupan, pasti. Untuk mencapai keadaan itu sangatlah tidak mudah. Perlu semacam bekal pemikiran yang tertata serapi-rapinya. Tulisan sederhana ini akan mencoba memberi dua point dalam hal berpikir untuk mencapai kondisi sebaik-baiknya seperti halnya di atas.

Jadi, semua itu bisa didapat dengan sangat mudah, jika dari awal niat sudah tertanam cara berfikir enterpreneurial dan managerial. Dimana kedua cara berpikir tersebut bisa dikatakan faktor yang kuat untuk mendorong setiap orang ke sebuah kesuksesan. Baiklah, cara berfikir enterpreneurial ialah cara berfikir action, melihat peluang masa dimasa depan, optimis, dan tidak gampang putus asa ketika banyak masalah menimpah di lapangan. Lebih cenderung implementatif lapangan.

BACA JUGA  My First Love

Misalkan contoh, selama ini saya mengamati tidak sedikit orang yang cenderung banyak membuat konsep ini itu, banyak terdapat bintang-bintang diatas kepalanya. Sampai bintang-bintang itu muter saja tanpa berhenti. Sehingga kecenderungan untuk action, bertindak sangatlah minim, bahkan ada yang sama sekali tidak dilakukan. Dan itu akan membuat sebuah organisasi, instansi yang dipimpinnya menjadi tidak mempunyai nilai, dan keistimewaan terhadap mata para anggota maupun para customernya. Lebih parahnya bisa lari seluruh anggotanya maupun karyawannya. Atau mungkin, instansi tersebut tidak terbangun-bangun.

BACA JUGA  Sosok Yang Terlupakan

Sedangkan cara berfikir managerial ialah cara berfikir menata, mengatur, mempertimbangkan, memola apapun yang hendak dilakukan maupun yang sudah berjalan. Dalam sebuah perkembangan instansi apapun itu, sangat diperlukan cara berfikir managerial. Lebih cenderung kepada system. Misalkan, dalam sebuah perusahaan bagaimana harus menata karyawan, mengatur keuangan, memola sesuatu yang merugikan sehingga menjadi menguntungkan, mengatur sarana-prasarana, dan seterusnya. Perusahaan tidak akan bisa berkembang seoptimal dan sebagus mungkin, jika seorang pemimpinnya tidak mempunyai cara berfikir managerial.

Oleh sebab itulah, apabila organisasi, instansi pendidikan, persyarikatan, perusahaan-perusahaan apapun itu menginginkan berdiri dan berkembang dan memiliki daya saing internasional, maka syarat yang paling harus diperhatikan dan bisa dikatakan wajib hukumnya ialah harus benar-benar menanamkan dan membudayakan cara berfikir entrepreneurial dan managerial secara seimbang. Khususnya seorang pemimpin. Karena, keputusan yang paling besar ada di tangan seorang pemimpin.

BACA JUGA  Kader sebagai penyambung genealogi organisasi

Kedua cara berfikir ini, bisa dimanfaatkan dalam segala sesuatu apapun. Dan Muhammadiyah, insya Allah dengan seluruh potensi-potensi yang dimilikinya, keluasan sosial, kedalaman berdzikir, dan kesantunan dalam mencari ilmu dunia dan akhirat, akan melahirkan pemimpin-pemimpin yang mempunyai cara berfikir entrepreneurial dan managerial. Sehingga, muhammadiyah akan terbang mengelilingi dunia, menerobos tembok-tembok kedzaliman dunia, dan puncaknya ialah mambawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang tentram, damai, sejuk, sejahtera, dan tentunya berkemajuan. Wallahua’alam..

Selamat milad muhammadiyah yang ke 104 M/107 H, semoga semakin Jaya dan berkemajuan.. Amien

 

(Bobi Puji Purwanto)

Ketua Umum IMM FAI Al-Qosam
Universitas Muhammadiyah Surabaya

Komentar

komentar