FAI Ta’arufan (Fatar 2019) Menjawab Tantangan Ekologi Dengan Semangat Islam 1


Di Indonesia permasalahan lingkungan menjadi tantangan bagi setiap elemen bangsa. Seluruh pihak memiliki andil dalam menanganinya. Kali ini, Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surabaya mengambil peran dengan mengusung tema “Implementasi Mahasiswa Islam Dalam Menjawab Tantangan Ekologi” pada Fakultas Agama Islam Ta’arufan (Fatar 2019). Fatar 2019 ini diadakan pada hari Senin, 16 September 2019 di gedung F lantai 2 Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Pada opening ceremony Ordif, sambutan dari Gubernur Bem Fakultas Agama Islam, Muhammad Habibi menjabarkan makna slogan “hidup mahasiswa” sebagai peran yang harus dihidupkan oleh mahasiswa secara nyata yang tidak hanya sekedar berambisi menyabet prestasi akademik, tetapi juga mengambil peran untuk masyarakat luas salah satunya dengan peduli lingkungan.

BACA JUGA  Adab Bertamu dan Menerima Tamu dalam Islam

Disusul sambutan oleh Dekan Fakultas Agama Islam, Isa Anshori, M.Ag yang mengingatkan kepada mahasiswa baru untuk tidak surut semangat dalam mengikuti serangkaian MOX 2019 Universitas Muhammadiyah Surabaya. Sebab menurutnya, serangkaian masa orientasi bagi mahasiswa baru adalah langkah awal yang harus ditempuh bagi perubahan status siswa menjadi mahasiswa, dengan begitu tanggung jawab yang dipikul jelas berbeda.

BACA JUGA  2 Orang Dosen FAI Raih Hibah Penelitian dari PP Muhammadiyah

Beliau juga menjelaskan makna filosofi dari ta’aruf yang merupakan sebuah proses pengenalan bagi mahasiswa baru pada prodi-prodi yang ada dalam fakultas hingga Fakultas Agama Islam itu sendiri. Selain itu, juga menjabarkan makna dari tema besar Fatar 2019 yakni menekankan pada mahasiswa baru di Fakultas Agama Islam supaya mampu mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam menanggapi isu seputar lingkungan. Diantaranya seperti bagaimana perilaku sebagai seorang Muslim dalam memperlakukan sisa makanan yang berlebih supaya tidak menjadi sampah atau mubadzir.

BACA JUGA  Seminar Ekspor-Impor, Perkuat Jaringan Saudagar Muhammadiyah

Pada sesi akhir sambutan, Dekan Fakultas Agama Islam meminta supaya antara jajaran dekanat, beserta para dosen dan mahasiswa mampu bersinergi dalam menjalani dinamika kampus dengan baik untuk kedepannya, bukan hanya berfokus pada prestasi akademik tetapi juga dalam menghadapi persoalan lingkungan.

Penulis: Ayunin Maslacha. Sie Humas Fatar 2019 UMSurabaya

Komentar

komentar


Leave a comment

One thought on “FAI Ta’arufan (Fatar 2019) Menjawab Tantangan Ekologi Dengan Semangat Islam

  • Mohammad Ikhwanuddin
    Mohammad Ikhwanuddin

    Tantangan Ekologi memang belum menjadi gerakan massif-intelektual yang diinisiasi Perguruan Tinggi. Secara teoritis, pengembangan Hifdzul Biah (pemeliharan lingkungan) belum diajarkan dalam matakuliah berbasis Maqasid Syariah, baik mandiri maupun yang terintegrasi.

    Secara praktis, sikap ekologi sivitas akademik masih “rok-rok asem”, hanya memanfaatkan momentum tertentu untuk kegiatan sporadis. Kapan itu “tantangan ekologi” menjadi sikap bersama, butuh waktu, biaya, juga atensi bersama. Saya percaya, kita bisa.