Ingin melihat Gerhana Bulan Parsial 17 Juli? Perhatikan 7 hal berikut


Seperti kita tahu, pada hari Rabu tanggal 17 Juli 2019 dini hari akan terjadi Gerhana Bulan Parsial (gerhana bulan sebagian). Ini adalah sebuah keadaan ketika matahari, bumi dan bulan berada dalam satu garis lurus sehingga sinar matahari yang seharusnya menyinari bulan malah tertutupi oleh bumi. Akibatnya, bulan tidak terkena cahaya matahari untuk beberapa saat.

Nah, sebelum menyaksikan Gerhana Bulan Parsial tersebut, ada baiknya untuk memperhatikan tujuh hal berikut :

  1.  Melihat gerhana bulan boleh dilakukan dengan mata telanjang. Ya, gerhana bulan boleh dilihat langsung tanpa alat bantu. Berbeda dengan gerhana matahari yang memerlukan filter, untuk mengamati gerhana bulan tidak perlu menggunakan filter. Namun, anda dapat menggunakan alat bantu teleskop, atau sarana-prasarana lain untuk melihat tampilan bulan yang lebih baik.
  2. Siapkan peralatan dokumentasi yang memadai. Hari gini, rasanya ada yang kurang jika mengamati gerhana tidak dibarengi dengan dokumentasi. No pict=hoax, katanya. Maka, siapkan peralatan dokumentasi yang memadai, mulai dari kamera, tripod, powerbank, colokan charger dan lain sebagainya.
  3. Waspadai udara dingin. Sebagaimana diketahui, hari-hari ini wilayah Indonesia khususnya pulau jawa bagian selatan sedang dilanda cuaca dingin yang ekstrim pada saat-saat tertentu. Bahkan, pada beberapa titik sampai menimbulkan bunga es. Nah, untuk menyaksikan Gerhana Bulan Parsial pada 17 Juli esok, pastikan anda mengenakan jaket yang cukup tebal untuk menghalau rasa dingin. Lebih lengkap lagi jika ditemani kopi dan cemilan.
  4. Perhatikan saat pengamatan yang tepat. Puncak gerhana bulan akan terjadi pada pukul 04.30, sedikit beririsan dengan masuknya waktu subuh. Pastikan untuk menyaksikan gerhana secara sempurna, namun tidak lupa untuk tetap melaksanakan shalat subuh.
  5. Setiap gerhana, selalu disunnahkan untuk Shalat Gerhana. Nah, karena proses gerhana bulan parsial ini menghabiskan waktu cukup panjang, baiknya awali shalat gerhana ketika bayangan bumi mulai mengisi permukaan bulan, pukul 03.01.
  6. Abaikan Hoax seputar Gerhana. Biasanya, saat gerhana bulan juga diiringi berbagai berita palsu alias hoax. Berita yang sering beredar misalnya peningkatan radiasi yang mengacaukan sinyal handphone, permintaan mematikan HP untuk daktu tertentu, dan sebagainya. Kami pastikan, info tersebut hoax ya guys…
  7. Selain info hoax, gerhana bulan juga biasa diikuti kegiatan-kegiatan mistis dan beraroma takhayul, misal memukul kentongan. Hal tersebut dilakukan karena menganggap saat tersebut bulan sedang dimakan oleh sosok raksasa yang biasa disebut “buto ijo”. Nah, anggapan tersebut hanyalah mitos, jadi jangan dipercaya ya…
BACA JUGA  Dosen FAI Ikuti TOT Metode Manhaji

Nah, itu tadi sebagian tips dari saya. Jangan sampai terlewat menyaksikan Gerhana Bulan Parsial 17 Juli 2019. Jika terlewat, anda harus menunggu hingga dua tahun untuk melihat gerhana lagi, tepatnya tanggal 26 Juni 2021, Gerhana Bulan Total.

Komentar

komentar

Leave a comment