Matahari Tergigit, 21 Juni 2020


Total kunjungan 131 , Kunjungan hari ini 1 

Hari Ahad, 21 Juni 2020 ini beberapa negara di Dunia mengalami peristiwa Gerhana Matahari Cincin. Entah  Sementara itu, Indonesia tidak termasuk dalam lintasan gerhana matahari cincin tersebut. Namun, sebagian besar akan mengalaminya sebagai Gerhana Matahari Sebagian. Peristiwa gerhana matahari merupakan kondisi yang terjadi saat bumi, bulan dan matahari berada dalam satu garis lurus.

Kota Surabaya termasuk wilayah yang dilintasi gerhana matahari sebagian meski prosentasenya sangatlah kecil. Dari kota surabaya, terlihat sebesar 0,52% permukaan matahari tertutupi bulan. Akibatnya, jika diamati dengan menggunakan teleskop akan terlihat salah satu bagian matahari yang “tergigit”.

BACA JUGA  Download Aplikasi KOKUSYA (Koinku Syariah)

Pada peristiwa gerhana matahari, seseorang tidak diperbolehkan mengamati dengan mata telanjang. Kacamata filter matahari sangat dibutuhkan mengingat radiasi matahari dapat mengakibatkan kerusakan mata permanen. Sebagai alternatif, dapat pula diamati secara tidak langsung, misalnya dengan meproyeksikan pada layar kertas yang dilubangi dengan jarum, atau dikenal sebagai teknik lubang jarum.

Gerhana matahari merupakan fenomena alam yang dapat diprediksi kedatangannya. Dalam kalender lunar, yakni kalender yang mendasarkan perhitungannya pada pergerakan bulan (termasuk di dalamnya kalender hijriyah), fenomena gerhana matahari menunjukkan akan terjadinya pergantian bulan. Pada peristiwa gerhana matahari 21 juni ini, menunjukkan pergantian dari Bulan Syawwal menuju Bulan Dzulqo’dah.

BACA JUGA  Belanja Pengetahuan Keuangan Syariah, Mahasiswa Perbankan Syariah Study Tour to BI dan OJK

Dalam Islam, terdapat anjuran untuk melaksanakan Shalat Gerhana. Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan maklumat nomor 01/MLM/I.1/E/2020 berisi tuntunan ringkas Shalat Gerhana. Salah satu hal yang ditekankan dalam panduan ini adalah anjuran untuk memperhatikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan ketika hendak melakukan pengamatan maupun pelaksanaan shalat gerhana.

Yang juga patut diperhatikan adalah bahwa peristiwa gerhana bukan terjadi karena kelahiran maupun kematian seseorang. Termasuk isu kiamat yang merupakan “revisi” dari sebelumnya diisukan terjadi pada tahun 2000, 2009 dan 2012.

BACA JUGA  RAMADHAN KAMI

Komentar

komentar

Leave a comment