Mau dibawa kemana (sebuah catatan)


Saya pernah membaca sebuah ungkapan yang berbunyi *rules is made by system not by man” ungkapan tersebut sejalan dengan kondisi saat ini yang terdapat di banyak institusi di tanah air. Saat banyak institusi diluar sana mulai berbenah untuk kemajuan serta masuk ke arena persaingan, pun demikian dengan individu didalamnya.
Lingkungan yang mendukung untuk dapat berbuat banyak hal akan membuat individu lebih banyak berkarya dan berekspresi. kemandekan sebuah institusi dalam sisi inovasi serta kreasi bergantung pada sumber daya yang ada didalamnya.

Terkadang institusi akan kehilangan peran serta kedigdayaan cengkraman keilmuanya ketika dirinya tidak sanggup untuk menghadirkan sesuatu baru didalamnya. jangankan hanya untuk sekedar memikirkan kemajuan institusi kedepan, untuk dapat berjalan mengarungi aktivitas harian serasa harus mengeluarkan banyak tenaga serta kerja ekstra keras. darisini jelas diperlukan untuk menyusun roadmap yang jelas serta terukur sebagai kunci utama sebuah institusi melangkah maju kedepan. bagi saya jika belum memiliki hal tersebut sepertinya susah untuk berbicara lebih jauh lagi tentang perubahanan terlebih mendengungkan kemajuan.

Setiap institusi memiliki karakteristik masing-masing yang mungkin saja dimiliki oleh institusi lain diluar sana. karakteristik yang mereka miliki sangat beragam bergantung pada fokus dan tujuan yang ingin dicapai oleh semua pihak didalamnya. jika hanya demi menjalankan tugas serta kewajiban semata saya rasa itu sangat mudah dan sanggup dilakukan hampir semua orang. namun untuk menciptakan karakter unik institusi itu butuh kesolidan tim. hingga detik ini saya masih percaya bahwa *ungkapan yang muda yang berkarya yang tua menjadi pengikut saja* itu sangat tidak relevan dengan equality perspective. belum ada ukuran yang dapat mengukur semakin institusi tersebut merekrut banyak tenaga muda untuk bergabung bekerja maka akan semakin maju dan banyak inovasi yang dihasilkanya. bagi saya ukuran tenaga muda atau tua dalam sebuah institusi tidak boleh menjadi patokan, kembali lagi pada persepsi equality. baik tenaga muda atau tua semuanya memiliki peran dan tanggung jawab yang sama besarnya. kolaborasi antar keduanya akan menjadikan institusi semakin kuat dan proses regenerasi akan semakin terlihat jelas arah dan hasilnya.

( One vision, one team, one goal ), semangat membangun dan kekompakan akan menghancurkan semua ego pribadi dan sektoral. semangat itu sepertinya mulai hari ini harus banyak ditularkan ke banyak individu, agar semakin banyak orang yang sadar dan tahu arti pentingnya sebuah kerjasama serta kesolidan. bak sebuah mobil yang berjalan semua penumpang yang ada didalamnya bergantung pada sang pengemudi mengarahkan, saat sang pengemudi bingung menentukan jalan maka seluruh penumpang yang didalamnya akan turut kebingungan.

Komentar

komentar

Dibaca : 1,871 pengunjung.