Membangun Komunikasi itu Penting


Total kunjungan 145 , Kunjungan hari ini 3 

 

Oleh : Bobi Puji Purwanto

Dunia organisasi, baik sosisal, entreprenuer, intelektual, dan organisasi pendidikan, sering kita diberi suguhan prinsip kejanggalan dalam mengatasi sebuah masalah yang menimpah. Risiko yang seharusnya bisa selesai dalam waktu sebentar, menjadi lebih lama serta menyulitkan. Mengapa? ya, pada saat meyikapi risiko itu, secara tiba-tiba terjadi gesekan-gesekan cara berfikir yang tidak sama. Perbedaan cara pandang yang tidak tau bisa selesai saat itu juga atau justru tidak pernah ada selesainya. Sehingga risiko kecil menjadi besar. Cahaya yang beberapa menit lagi akan menyinarkan kemilaunya, menjadi redup kembali. Gejolak-gejolak seperti di muka, salah satu sebab utamanya ialah kurang adanya komunikasi antara sesama. Baik komunikasi personal ataupun kelompok, dan seterusnya. Ya, ini perlu menjadi perhatian mendalam oleh setiap organisasi-organisasi yang masih tetap ingin eksis dengan visi dan misi besarnya.

Contoh, dalam kehidupan sehari-sehari, manusia pasti terlibat dalam aktivitas komunikasi. Bisa dipastikan, manusia mungkin akan mengalami kesengsaraan bahkan akan terasa mati, apabila manusia itu tidak bisa berkomunikasi dengan sekitarnya. Hidupnya seperti ada di dalam gua yang jauh tanpa ada makan dan minuman apapun. Sepi “mamring” rasanya. Oleh karena itulah, komunikasi merupakan tindakan manusia yang lahir dengan penuh kesadaran dan kesantunan, terlebih manusia secara aktif sengaja memunculkannya karena ada semacam maksud dan tujuan. “Visi dan Misi”

Memang tidak sama, jika kemudian manusia dibandingkan dengan binatang. Manusia tidak akan bisa hidup sendiri. Anak ayam jika tanpa induk pun mereka bisa mencari ‘nyucuk’ makanan sendiri. Apabila manusia tanpa manusia, sudah pasti tidak akan bisa. Tuhan tidak mengkaruniai manusia dengan fisik yang cukup untuk hidup sendiri. Jadi jelas, bahwa dalam kehidupan, komunikasi merupakan persyaratan yang mendasar dalam berkehidupan manusia. Tidak ada manusia yang keluar melepaskan diri dari berkomunikasi antar sesama. Karena manusia adalah makhluk sosial. Aristoteles juga pernah bilang, manusia adalah mahkluk yang selalu ingin bergaul, berkumpul, bermasyarakat. Pasti begitu !!!

BACA JUGA  Belajar dari Sebuah Penyesalan

Baiklah, kita lanjutkan kembali. Komunikasi dalam sebuah organisasi itu sangat diperlukan, dan itu senjata utama untuk bersama-sama mencapai tujuan besar organisasi. Terwujudnya rumah yang megah, di dalamnya tersimpan banyak inspirasi, pernak-pernik kemanfaatan, dan lain-lain. Semuanya akan terbentuk, apabila terbangunnya sebuah komunikasi. Dan sekali lagi, komunikasi harus dibangun seluas dan seseimbang mungkin. Menurut saya, ada beberapa langkah sederhana awal dalam membangun komunikasi antara anggota, pemimpin, dan lain-lain dalam organisasi, ialah sebagai berikut:

Berangkatlah dari diri sendiri. Bagaimana diri anda terbuka dengan banyaknya informasi apapun yang masuk dari orang lain. Kita semua banyak menjumpai fenomena konkret lapangan, ada beberapa orang yang berbeda tingkatan ribut karena komunikasi. Katanya, yang tingkat atas itu harus memberikan informasi terlebih dahulu kepada tingkat bawa. Karena yang tingkat atas lebih banyak ngerti, banyak meminum asam dan manis kehidupan, jika dibandingkan dengan yang tingkat bawa. Begitupun sebaliknya. Ada juga yang bilang “sungkan” dan seterusnya. Fenomena sederhana, tapi sangat berbahaya jika dibiarkan. Hal ini yang harus diperbaiki. Dengan siapapun dan dimanapun, anda harus terbuka dan menerima informasi-informasi itu. Selalu berjalan seimbang lah. Perihal apakah informasinya baik atau tidak, itu persoalan tehnis. Yang terpenting adalah jangan pernah ada “sungkan” menerima dan mentransfer informasi ke orang lain. Sehingga kemudian, komunikasi akan terbangun rapi, serapi-rapinya.

BACA JUGA  Pentingnya Kerjasama Tim

Kemudian, sering-seringlah mengadakan kumpul-kumpul, atau bisa disebut gathering. Iya, entah kumpul dimanapun itu. Mungkin yang suka dengan kopi, bisa kumpul di warung kopi. Suka keindahan alam, bisa mengusung untuk berkumpul di taman yang jaraknya dekat dengan kita, dan seterusnya. Dalam beberapa kajian tentang komunikasi yang saya pernah ikut disitu, ada kalimat begini, manusia jika sering berinteraksi pada satu tempat yang kehendaki, maka disitulah komunikasi hati dan fikiran mudah untuk bersatu. Artinya, salah satu langkah untuk membangun komunikasi ialah berinteraksi satu sama lain secara rutin. Bisa dipastikan, komunikasi verbal dan non verbal akan terbangun.

BACA JUGA  Praktikum PA Ditutup, Praktikum KUA Menanti

Yang terakhir, memanfaatkan kecanggihan teknologi. Tidak perlu khawatir, walaupun masing-masing anggota dalam organisasi itu banyak yang sibuk dengan aktivitasnya, sehingga tidak bisa banyak waktu kumpul, anda tetap bisa berkomunikasi. Gunakanlah kecanggihan teknologi pada saat ini yang semakin luar biasa perkembangannya. Jika anda sering menghabiskan waktu di depan komputer untuk tugas-tugas kuliah atau pekerjaan, sekalian manfaatkanlah untuk membuat blog organisasi begitu. Atau mungkin sekarang yang lagi booming, group di gadget (Media Sosial) seperti Whatsap, Facebook, BBM, Line, dan macam-macam itu. Hal ini akan sangat membantu untuk melakukan sebuah komunikasi, menjaga hubungan kekeluargaan dari jarak tertentu jauhnya. Begini, “Kecanggihan teknologi tidak dipergunkan untuk menjatuhkan saudara, mengunggah hal-hal negatif, melainkan pergunakanlah sebagai sarana komunikasi, pengembangan diri dan terciptanya sumber daya manusia yang berdaya saing”.

Begitulah, sangat luar biasa manfaat dari terjalin kuat komunikasi dalam berorganisasi itu. Anda akan merasa nyaman, tentram, bahagia, tidak muda berantem satu sama lain, dan lain-lain. Maka, sebagai manusia yang mempunyai prinsip bermasyarakat, monggo kita berbarengan membangun komunikasi untuk kebaikan, jika sudah, kebaikan itu akan kembali menghampiri anda.

#SalamAction

Komentar

komentar

Leave a comment