Memilih Tempat Belajar


 

Oleh : Bobi Puji Purwanto,

Tentu saya dan Anda mempunyai tempat khusus tersendiri yang sangat disukai. Biasanya tempat untuk menyendiri dan merenung. Benarkan? sepertinya itu benar adanya. Ya, tempat yang begitu berbeda dengan yang lain. Dimana saat perasaan gundah, sedih, bahkan pikiran “buntu”, kita selalu pergi ke tempat itu. Apalagi pada saat perasaan sedih datang, tempat itu dengan segala keunikannya menentramkan suasana dan selanjutnya berdampak indah untuk berdo’a kepada yang maha kuasa. Saya memprediksi, bisa saja tempat itu kamar, taman, tempat peribadatan, atau kira-kira di warung kopi begitu. Intinya, tempat itu memiliki daya keistimewaan tersendiri bagi Anda.

Ada peristiwa inspiratif. Gua Hira? tiba-tiba saya teringat gua bersejarah yang satu ini. Anda masih ingat kah? semoga masih ingat. Begini, gua hira merupakan gua yang berada di Mekkah, Saudi Arabia. Letaknya pada tebing menanjak yang agak curam walau tidak terlalu tinggi di gunung Jabal Nur. Olehnya, untuk menuju gua itu, orang harus mempersiapkan fisik yang kuat. Ya, gua hira itulah. Jika Anda berkunjung ke Saudi Arabia, mungkin saat haji dan umroh, Anda bisa memastikannya bahwa gua itu masih ada dan terawat dengan baik.

Menurut sejarah, dulu gua itu sering dipergunakan Nabi Muhammad SAW untuk menyendiri atau menenangkan pikiran dari masyarakat Mekkah yang pada saat itu masih buta dengan keesaan Allah SWT. Ya, jahiliyah lebih tepatnya. Rosulullah sering menggunakan gua itu untuk berpikir suatu strategi agar dakwah-dakwah beliau bisa diterima oleh masyarakat Mekkah dengan baik. Selain itu, Rosulullah di gua itu juga melihat keindahan kota Mekkah. Di gua hira itu pula Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama melalu malaikat Jibril. Maka tak heran, jika kaum muslimin menyebut gua di gunung itu dengan sebutan gunung yang bercahaya “Jabal Nur”. Kenapa? karena di tempat itulah titik awal cahaya Islam yang terus-menerus benderang hingga sekarang. Indah dan mengagumkan. Jadi artinya, Nabi Muhammad SAW juga punya tempat khusus sendiri loh.

Berbicara soal tempat ataupun kondisi, ini sangat penting. Mari kita coba kita bermain ilustrasi. Anda tau tanaman apel? ya tanaman yang berbuah, dan buahnya bisa dinikmati manusia. Tanaman apel, biasanya ditanam, tumbuh serta berbuah segar di dataran tinggi. Cuaca dingin dan iklim yang sejuk sangat mempengaruhi kualitas tanaman yang satu ini. Kalau di indonesia, tanaman apel yang paling terkenal berada di daerah kota batu jawa timur (pegunungan). Lalu saya bertanya, apakah tanaman apel akan tumbuh dan berbuah segar di tempat dataran rendah? dengan cuaca yang tidak bersahabat? tentu tidak. Anda kalau misalkan punya tanaman apel atau biji apel, coba lakukan eksperimen dengan menanamkannya di tempat anda di dataran rendah, misalkan surabaya dengan cuaca yang panas. Saya pastikan, tidak akan tumbuh baik dan berbuah segar.

Dari contoh di atas, maksudnya begini. Faktor tempat itu sangat berpengaruh terhadap kenyamanan seseorang. Anda akan terasa jijik apabila tempat yang Anda buat makan bau bangkai tikus. Pasti mual dan ingin berpindah ke tempat lain. Coba kalau Anda biasanya suka makan di dapur katakanlah, dengan suasana sederhana, maka ketika Anda makan disitu akan terasa nyaman dan menikmati. Mungkin, dari sini Anda sudah mulai paham maksudnya.

Kembali pada tempat yang Anda sukai. Selain tempat itu digunakan untuk merenungi kesedihan, alangkah baiknya jika tempat itu juga dipergunakan untuk belajar. Ya, menambah wawasan serta pemahaman lebih mendalam tentang sesuatu, sebagaimana yang dipetik dari kisah Nabi Muhammad SAW di Gua Hira. Mengapa? menurut saya, kalau Anda belajar di tempat yang disukai dan pas dengan Anda, maka energi-energi yang berada di tempat itu akan memberikan sinyal. Anda jadi gampang “nyantol” cepat nangkap. ide-ide anda akan tumbuh subur dan berbuah segar, sehingga banyak orang yang ingin menikmatinya. Kira-kira begitu. Suasana yang menyelimuti tempat itu akan membawa Anda kepada keindahan kekuatan sang maha kuasa. Jadi, kata kuncinya ialah “tempat yang Anda sukai dan Anda pas dengannya”.

Soal menyukai dan menyatuh (pas), ini sangat berhubungan erat dengan menikmati. Apabila Anda sudah suka dan pas dengan suatu barang, maka ketika Anda memakai barang itu, pasti Anda akan menikmatinya. Betul tidak? ya kira-kira begitu. Ibarat anda suka dan pas dengan kopi hitam, maka Anda akan menikmatinya di setiap “seruputan-seruputan” kopi yang Anda minum. Lalu, jika Anda disuguhi dengan kopi susu dan anda tidak suka, maka ketika Anda minum, rasanya tidak senikmat kopi hitam murni yang Anda sukai.

Saya berpendapat, dalam hal belajar, Anda harus selalu menikmati dalam perjalanannya. Misalkan Anda belajar dengan membaca, nikmatilah kata demi kata, kalimat demi kalimat sampai paragraf. Ketika Anda sudah menikmatinya, maka Anda akan bersemangat menerapkan hasil dari belajar Anda. Hah, ini salah-satunya adalah berangkat dari tempat. Tempat yang anda sukai yang akan memberi energi untuk kenikmatan belajar Anda. Mungkin, tempat itu jangan hanya di beberapa titik saja, melainkan Anda harus bisa berusaha membuat semua tempat disukai dan disitulah Anda harus belajar.

Kemudian, bagaimana cara agar Anda bisa menumbuhkan rasa suka terhadap sebuah tempat? Sederhana kok.

Pertama, seringlah Anda berkunjung ke tempat itu. Meskipun tempat itu paling Anda tidak suka. Anda ingat dengan filosofi batu hancur karena tetesan air? ya, batu sebesar dan sekuat apapun itu, jika setiap detik air menetes kepadanya, maka lama-lama juga akan hancur dan serpihannya akan bercerai-berai. Sama hal dengan Anda tidak suka dengan tempat. Kalau Anda sering pergi kesana, maka akan menjadi suka dengan tempat itu. Saya bisa pastikan itu kok. Anda suka ke masjid? mulai lakukan dengan sering, maka Anda akan suka berada di masjid.

Kedua, pergi ke yang Anda rasa nyaman. Biasanya kalau Anda tidak suka dengan sebuah tempat, pasti dibagian-bagian tertentunya saja. Iya kan? hehehe. Misalkan taman, saya bisa pastikan, tidak semua yang ada di taman itu Anda tidak suka. Mungkin bisa jadi wahana permainannya saja, atau mungkin kamar mandinya yang tidak Anda sukai. Saran saya, pergi ke tempat yang Anda merasa nyaman saja dulu, jika sudah begitu, semuanya akan nyaman kok. Dan pasti, Anda akan suka serta terbiasa.

Ketiga, seringlah berpikir nyaman. Tentu Anda tidak mau kan, tempat yang Anda sukai itu banyak sisi ketidak nyamanan. Dan pasti Anda akan baik-baik saja jika tempat itu banyak sisi kenyamanannya. Jadi, untuk menumbuhkan rasa suka terhadap tempat salah-satunya adalah pikirkan dengan baik sisi kenyamanannya. Anggap semuanya nyaman. Tapi, ini bukan berarti Anda melupakan sisi ketidak nyamanannya. Pendapat saya, selalulah berhati-hati. Orang sudah pasti akan tertarik pada suatu tempat, jika sering berpikir nyaman dan nyaman. Karena cara berpikir baik akan membantu Anda menemukan kenyamanan-kenyamanan.

Oleh sebab itu, sekali lagi, dimanapun tempat Anda belajar, maka selalulah berusaha untuk menikmatinya. Lakukanlah dari awal, proses, sampai mendapatkan hasil dengan selalu mengingat kebesaran-Nya.

SalamAction

Komentar

komentar

Dibaca : 64,265 pengunjung.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Solve : *
24 + 29 =