Mengenal Diri sebagai Modal Utama


Oleh : Anggun Dwi L.

            Ketika kita berfikir orang lain tak pernah menghargai kita, namun sudah kah kita menghagai diri kita sendiri? Sebaiknya kita harus belajar menghagai diri kita sendiri sebelum kita mengharap orang lain menghargai diri kita. Cobalah untuk jujur pada diri sendiri, selalu jujur pada diri sendiri tentang prinsip yang sedang kita pegang saat ini, tetap berpegang teguh pada prinsip diri yang kita miliki saat ini. karena orang-orang akan lebih menghargai orang yang memiliki prinsip pada dirinya sendiri daripada orang yang hanya ingin menjadi pengikut dari orang yang mereka kagumi. Dan cobalah untuk mengubah pola pikir kita yang seharusnya sudah berhenti untuk memikirkan hal-hal yang negatif tentang diri kita sendiri, berusahalah memahami bahwa setiap orang pasti memiliki kekurangan yang tidak bisa di pungkiri oleh siapapun. Namun cobalah kita lihat di sisi kelebihan kita setidaknya kita masih tetap berusaha menutupi kekurangan kita dengan kelebihan yang kita miliki. Jangan menyia-nyiakan hidup kita dengan selalu berfokus pada hal-hal negatif yang ada pada diri kita. Dengan mengubah pola pikir kita dari tumpukan hal yang negatif kepada hal-hal yang positif tentang diri kita, dengan ini kita mampu berusaha untuk lebih menghargai diri kita .

            “Penerimaan diri”, penerimaan diri apa adanya adalah modal, Mengenal diri meerupakan salah satu ciri khas manusia, sebagai makhluk istimewa, terutama karena memiliki akal budi dan kehendak bebas. Mengenal diri adalah suatu keberhasilan memahami hal-hal yang penting tentang diri sendiri dan orang lain, yang membantu dalam usaha membangun sikap baik dan positif, mau menerima dan mengembangkan diri sendiri dan orang lain. Utamanya : mengenal kepribadian, watak , bakat dan potensi, dan dapat menerima keadaan diri secara tenang dengan segala keleihan dan kekurangan yang dimiliki oleh diri sendiri. Dan terbebas dari rasa bersalah, rasa malu, dan rasa rendah diri karena keterbatasan diri.

            Namun cobalah untuk tetap mendengarkan tentang suara hati kita, karena terkadang suara hati kita tidak akan membohongi kita. Suara hati itu akan seketika berontak ketika kita mulai tidak bisa menghargai diri kita sendiri, ketika kita mulai membandingkan diri kita dengan yang lain, di situlah hati ini akan merasa berontak. Karena hati kita akan merasa ini tidak adil karena setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Mungkin hanya karena kebiasaan manusia yang sering membanding-bandingkan. Tetaplah berusaha untuk selalu bersyukur, selalu bersyukur dengan apa yang telah kita miliki. Banyak orang yang selama ini terjebak dalam dalam keteledoran diri, mereka lupa bagaimana mensyukuri tentang apa yang telah mereka miliki. Selalu merasa kurang sehingga lupa bagaiman caranya bersyukur, dan tak mampu memahami bagaimana menghargai diri nya sendiri.

            Belajarlah dengan ikhlas, karena dengan keikhlasan kita mampu mempermudah semua hal dalam hidup kita, jangan membuat semua hal dalam hidup ini menjadi semakin sulit, karena sesungguhnya hidup ini sangat indah dengan keikhlasan yang lapang. Tetap berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik, karena kita bukan sebuah makhluq yang individualis namun kita hidup bermasyarakat, kita butuh di hormati dan kita juga harus mampu menghormati orang lain. Akan terasa sulit untuk menghormati orang lain ketika belum mampu menghargai diri kita sendiri. Jangan mengharapkan untuk di hormati ketika kita belum mampu menghormati.

            Yakin kan diri kita untuk mencari dunia yang positif dengan lingkungan yang positif, dimana kita mampu lebih menghargai diri kita sendiri, ingin berusaha dengan memperbaiki diri kita sendiri, dan tetap menjadi jati dirinya sendiri. Lingkungan yang positif akan menciptakan pengalaman yang lebih baik dan akan memberi kita lebih banyak hal untuk lebih menghargai diri kita sendiri.

            Bukankah sudah waktunya kita memperlakukan diri kita sebagai orang yang spesial? Cobalah katakan pada diri kita “aku bersyukur pada diriku ini “ mencoba untuk menghargai diri sendiri :

  1. Mulailah hari dengan mencintai diri sendiri

Cintai diri kita dengan tetap memberikan no.1 untuk kesehatan kita, tetap berusaha menjadi yang terbaik untuk diri sendiri.

  1. Belajar menyayangi tubuh

Memberikan asupan bergizi pada tubuh, dengan memanjakan diri dalam kesenangan sesaat.

  1. Kelilingi diri kita dengan orang yang yang mencintai dan menyayangi kita

Belajar menerima kepedulian dari orang-orang yang ada di sekeliling kita,ketika apa yang mereka katakan tidak berkenan di hati kita, namun tetaplah yakin mereka adalah orang-orang yang selalu ada di sekitar kita, maka tataplah menerimanya dan anggap sebagai dukungan.

  1. Akhiri hubungan yang beracun

Siapapun dan hal apapun yang membuat kita menjadi kecil dan tidak berdaya, dan menjadikan kita tidak berarty, maka akhiri semua itu. Karena tanpa kita semuanya hanya hayalan semata.

  1. Berhenti berusaha untuk menjadi orang lain

Kita tidak bisa membandingakan diri kita dengan mereka karena kita tidak sama, jadilah diri kita sendiri dan percaya jika kita bisa menjadi lebih baik dari mereka.

  1. Jadilah cheerleader bagi diri kita sendiri

Banggalah dengan diri sendiri, nikmati apa yang kita miliki, jadilah orang pertama yang mengucapka selamat pada diri sendiri walau sekecil apapun prestasi yang kita raih.

  1. Cintai segala sesuatu yang membuat kita berbeda

kita memiliki bakat khusus, ini yang membuat kita menjadi istimewa, jangan takut untuk tetap bersaing pada mereka.

  1. Luangkan waktu sejenak untuk diri sendiri

Mencari waktu yang tenang untuk melalukan hayalan-hayalan indah untuk kita menikmati setiap detik dalam kehidupan kita.

  1. Carilah percikan api dari dalam tubuh kita sendiri

Mencari aktifitas yang membuat kita lupa akan waktu, atau sesuatu yang membuat kita takut melakukannya, maka pergilah untuk melakukannya.

  1. Dengarkan semua kritikan tentang diri kita

Terimalah semua kritikan tentang kita, jadikan semua kritikan itu sebagai bahan intrispeksi diri. Dan untuk membangkitkan semangat pada diri kita yang selama ini masih terpendam.

  1. Mengatakan kejujuran pada diri sendiri

Jangan pernah mencoba mengatakan “YA” ketika berarti “TIDAK”, dengarkan kata hati kita, karean juur pada diri sendiri termasuk salah satu menghargai diri sendiri.

  1. Mendekatlah pada orang lain ketika mendapai hal-hal yang sulit

Kita tidak harus melewati masa-masa sulit dengan sendiri, karena dengan meminta bantuan kepada orang lain akan mebantu meringankan beban yank kita tanggung.

  1. Temukan cara untuk menjadi lebih kreatif

Kreativitas adalah sebuah ekspresi diri, dan cobalah untuk mengekspresikan diri kita semenarik mungkin.

  1. Maafkan diri kita

Semua orang pernah melakukan sesuatu yang pernah merasa malu. Namun katakan pada diri kita “biarlah itu sudah berlalu”.

  1. Berusaha menerima tentang semua perasaan dan suasana hati

kita adalah manusia dan hal-hal pasti akan mengalami perubahan. Ini akan menjadi realitas yang nyata untuk mengajari kita bahagia di setiap waktu. Berikan diri kita waktu untuk beristirahat sejenak.

  1. Bersabar dan konsisten

Mencintai dan menghargai diri sendiri adalah sebuah proses yang akan berkembang, dan akan berlangsung terus-menerus. Dan akan membutuhkan waktu.

Percayalah pada diri kita sendiri, karena kita adalah makhluk yang sangat luar biasa. Rasulallah saw. Penah menyatakan sebuah hadits “Tidaklah ada satupun milikku yang yang kusembunyikan dari kalian, barang siapa yang menjagaarga dirinya Allah akan menjaga harga dirinya” (HR. Bukhori-Muslim).

Pandangan jelek terhadap diri sendiri, baik beralasan maupun tidak.sedikit banyak akan tercermin dalam sikap terhadap orang-orang di sekitar kita. Misalnya, jika kita tersiksa karena kita merasakan sesuatu kekurangan, rasa penyesalan itu akan tertumpuk dalam hati kita, yang kemudian tersalurkan dalam bentuk sikap permusuhan terhadap dulnia luar. Sebaliknya, jika kita belajar untuk menghargai dan bersikap ramah terhadap diri sendiri. Maka sedikit banyak akan bisa menambah cinta kita kepada orang lain. Hadiah paling indah yang bisa kita berikan pada diri sendiri adalah amal baik yang kita lakukan selama hidup. Karena amal baik tidak pernah rusak atau musnah. Semua akan menjadi milik diri sendiri baik di dunia maupun di akhirat.

Menghargai diri sendiri berpotensi untuk menjaga citra diri, berbicara positif tentang diri berarti menegaskan jati diri kita sesungguhnya. Karena pengukuhan identitas sangat perlu untuk diperhatikan. Ketika kita berani menghargai diri sendiri dengan memupuk nilai-nilai yang positif didalamnya, maka bukan hal yang rumit untuk mengenal dan menghargai individu serta golongan yang tidak sejalan. Untuk Indonesia kita hanya perlu menghargai diri kita sendiri sebagai manusia yang hebat yang berani menghargai orang lain.

Islam menuntun kita menghargai diri sendiri untuk orang lain. Tentunya dengan menumbuhkan nilai-nilai positif dalam berfikir, ersikap dan berucap. Yang selaras dengan Firman Allah Swt. “Aku adalah sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku, jika ia menyangka sesuatu yang baik, maka ia akan mendapatkannya. Dan ia menyangka sesuatu yang buruk, maka ia akan mendapatkannya.”(HR.Ahmad, Baihaqi, Ibnu Hibban)

Sesungguhnya salah satu pintu masuk menuju kebahagiaan adalah ketika kita menjadi diri kita sendiri, keyakinan kita dengan potensi dan bakat yang ada pada diri kita membuat kita merasakan keistimewaan yang sangat unik dalam diri kita. Maka jangan lah ragu untuk berjalan dengan menjadi diri kita sendiri, jangan hiraukan apa kata mereka, ketika mereka menganggap itu remeh, namun itu yang akan membuat mu menjadi besar dengan potensi yang ada pada diri kita sendiri. Yakinlah, kita bisa menjadi yang lebih saat kita menjadi diri kita sendiri, dan tetap berjalan untuk mencari keridhoan Allah semata.

Daftar Pustaka

“menghargai diri sendiri,” aku ingin sukses, http://www.akuinginsukses.com/20/cara-mulai mencintai-diri-anda

 (di akses 25 Maret 2017)

“simpati respek diri”, word pres, (http://deathlock.wordpress.com/2008/05/09/simpati-respek-dan-keintiman/

 (di akses pada 26 Maret 2017)

“penerimaan diri”, penerimaan diri apa adanya adalah modal, http://www.yusufabdurrohman.com/2013/04/penerimaan-diri-apa-adanya-adalah-modal.html

(di akses pada 26 maret 2017)

Tentang Penulis

Ini biografi tentang saya yang bernama lengkap Anggun Dwi Lambawati, biasa di panggil Anggun di kalangan teman-teman dan keluarga. Saya lahir di kota Lamongan tepatnya berada di Dsn. Wedung Ds. Sedayulawas Kec. Brondong yang di perkirakan 19 tahun yang lalu dan lebih tepatnya pada 05 Oktober 1997. Saya anak kedua dari 5 bersaudara dari keluarga yang sangat sederhana, kakak  saya perempuan, yang sekarang berumur 29 tahun, saya juga memiliki 3 orang adik, yang pertama sekarang sudah duduk di kelas 2 SMP, adik saya yang ke dua kini sudah duduk di kelas 5 SD, dan adik saya yang ketiga masih duduk di sekolah TK akhir.

Selama 3 tahun saya bersekolah di TK ABA 33 di desa tempat saya tinggal, selama tiga tahun saya bersekolah di TK saya mendapat teman yang sangat baik dengan saya, walau terkadang sempat berselisih, genap 3 tahun sudah saya berada di sekolah TK, kemudian orang tua saya kembali memasukkan saya ke sekolah yang lebih tinggi di MI Muhammadiyah 03, yang setara dengan SD, selama 6 tahun saya berada di sekolah tersebut dan masih dengan teman-teman yang sama, dengan beberapa teman yang baru. Setelah tepat 6 tahun di sekolah tersebut saya di luluskan. Dan saya harus melanjutkan kembali jenjang pendidikan saya ke yang lebih tinggi, akhirnya saya memilih tetap melanjutkan sekolah MTS Muhammadiyah 21 yang berada di desa saya dan setara dengan SMP, selama 3 tahun saya menimba ilmu di bangku sekolah ini. Setelah saya lulus dari situ saya harus berfikir keras untuk memilih tempat pendidikan untuk saya melanjutkan menuntut ilmu, karena di desa tempat saya tinggal lembaga pendidikan hanya sampai di jenjang SMP, kemudian saya memilih melanjutkan sekolah di MA Muhammadiyah 09, tepat di kota Lamongan. Di sekolah ini memiliki basis Pondok Pesantren, saya menjalaninya dengan baik selama 3 tahun.

Dan melanjutkan di perguruan tinggi di Surabaya, lebih tepatnya di Universitas Muhammadiyah Surabaya  sekarang masih berada di Semester 2 Fakultas Agama Islam lebih tepatnya di prodi PAI/Tarbiyah.

Komentar

komentar

Dibaca : 20,965 pengunjung.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Solve : *
23 + 18 =