MENJADI KELUARGA TERBAIK DI BULAN RAMADHAN


Total kunjungan 181 , Kunjungan hari ini 12 

Keluarga Pembelajar al-Quran (foto berasal dari khazanah.republika.co.id)

Oleh : Mohammad Ikhwanuddin, SHI., MHI*

Bulan Ramadhan telah hadir. Ramadhan 1441 H, tahun ini, akan terasa berbeda. Ramadhan Era Pandemi Covid-19. Banyak hal yang berubah. Terutama tentang beribadah di Masjid. Beberapa cendekiawan dan ulama, dari beragam ormas terpandang, bahkan sudah mewacanakan dan menganjurkan Shalat Tarawih dan Witir, bahkan Idul Fitri nanti, dikerjakan di rumah. Beribadah, juga bekerja, dari rumah.

Ramadhan di tengah anjuran physical distantion (jaga jarak) dan penetapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), membuat pilihan untuk beribadah dari rumah, menjadi salah satu alternatif. Terkait ibadah Shalat, silahkan untuk mengikuti arahan dari ulama dan pemerintah setempat. Ada jenis ibadah, yang dicontohkan oleh Rasulullah, dan berpotensi menjadikan keluarga kita, menjadi Keluarga Terbaik di Ramadhan kali ini. Ibadah tersebut adalah Tadarus al-Quran.

Dari Ibnu Abbas berkata :

BACA JUGA  Berprestasi dan Berorganisasi. Kenapa Tidak?

كَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم أَجْوَدَ النَّاسِ ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ ، وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

Dari Ibnu Abbas berkata : Rasulullah SAW adalah manusia terbaik. (Karakter sebagai manusia terbaik itu) terlebih muncul pada Bulan Ramadhan, ketika beliau ditemui oleh Jibril. Jibril menemui Rasulullah setiap malam di Bulan Ramadhan. Lalu Jibril mendaras (membacakan, mengajar) al-Quran kepada Rasulullah. Sungguh, Rasulullah lebih baik dan lembut daripada angin yang berhembus (HR. Bukhari Muslim).

Dalam Kitab al-Jami’ al-Sahih, Imam Bukhari meriwayatkan hadis tersebut dari beragam jalur transmisi sanad, di antaranya melalui Abdan (Hadis No.6 dan No. 3554), Musa bin Ismail (Hadis No.1902), Muhammad bin Muqatil (Hadis No.3220), dan Yahya bin Quza’ah (Hadis No.4997). Imam Muslim meriwayatkan hadis tersebut dari jalur sanad Mansur bin Abi Muzahim (Hadis No. 6149). Selain itu, beberapa Mukharrij al-Hadis lain juga meriwayatkan hadis yang sama, seperti al-Nasai (hadis No, 2095), Musnad Ahmad (2616, 3012, 3425, 3539), Ibnu Hibban (3440, 6370) dan beberapa pengumpul hadis lainnya.

BACA JUGA  Jadwal Ujian Munaqosyah Skripsi PAI Gelombang 2 2019

Dalam hadis tersebut, Rasulullah memberikan qudwah (teladan) yang sebenarnya biasa dilakukan oleh umat Islam, setiap malam, selepas melaksanakan Shalat Tarawih dan Witir di Masjid. Kegiatan itu sering disebut sebagai Darusan, atau Tadarus al-Quran.

Di Ramadhan kali ini, tidak ada salahnya untuk menggemakan dan menggairakan kembali Tadarus al-Quran bersama keluarga, di rumah. Suami, istri, anak dan khadim-khadimah diajak bertadarus bersama, saling baca bergantian, dan yang lain menyimak, untuk menjadikan keluarga yang terbaik berdasarkan tuntunan Rasulullah.

BACA JUGA  Perbankan Syariah Melahirkan Generasi Ekonomi Syariah Berkemajuan

Betapa indah, jika situasi dan kondisi yang berubah seperti ini, tak mengubah dan menyurutkan kita untuk semakin mendekat pada Allah. Melalui al-Quran, kita dipandu untuk menjadi muslim yang terbaik, sebagaimana Sabda Rasul : “ Sebaik-baik kalian, adalah yang belajar dan mengajar al-Quran” (HR Bukhari No. 5027 ). Melalui al-Quran pula, Rasulullah dinarasikan oleh Ibnu Abbas menjadi pribadi yang mulia, dan Aisyah menyebut akhlak Rasulullah adalah al-Quran (Hadis Ahmad No. 24645).

Di bulan Ramadhan, di mana Allah menurunkan al-Quran (QS. Al-Baqarah :185), mari kita isi pula dengan mendaras al-Quran bersama keluarga. Semoga kita menjadi keluarga terbaik, keluarga al-Quran di Bulan Ramadhan, dan bulan seterusnya hingga akhir hayat. Amin.

* Mohammad Ikhwanuddin, SHI., MHI (Anggota Asosiasi Dosen Hukum Keluarga Islam, Sekprodi HKI UMSurabaya, Penerima Beasiswa S3 Mora Scholarship Kemenag RI Tahun 2017.

Komentar

komentar


Mohammad Ikhwanuddin

About Mohammad Ikhwanuddin

Mohammad Ikhwanuddin SHI MHI, Dosen dan Sekprodi Hukum Keluarga Islam ( Ahwal Syakhshiyyah) Fakultas Agama Islam UMSurabaya, dan menjadi salah satu Anggota ADHKI (Asosiasi Dosen Hukum Keluarga Islam ). Kini sedang menjalani pendidikan doktoral (S3) Prodi Studi Islam ( Islamic Studies) UIN Sunan Ampel Surabaya dengan Beasiswa Mora Scholarship Program 5000 Doktor Kemenag RI Tahun 2017. (Telepon/WA 083849992503)

Leave a comment