Menjaga Rumah Jatim Yang Sejuk Tanpa SARA di Pilgub Jatim


Sholihul Huda,M.Fil.I /Dosen Politik Islam UMSurabaya

 

 

Proses tahapan Pilgub Jatim sudah di mulai. Dua pasang Gus ipul- Puti Guntur Soekarnoputri dan Khofifah-Email Dardak sudah mendaftarkn Ke KPU Jatim. Kedua Calon ini orang-orang hebat putra daerah Jatim yg kebetulan sama-sama dari kultur Nahdliyin. Pasca pencalon keduanya semua kelompok masyarakt yang berkepentingan untuk mensukseskan dan memenangkan pertarungn pilgub sudah memansi mesin dan jaringannya masing-masing. Mulai parpol, underbow parpol, kaum agamawan, LSM, tim sukses, pengusaha, kaum cendikiawan, semua mulai begerak untuk calon masing-masing agar menang di Pilgub Jatim.

Menurut saya, Kondisi ini rawan gesekan di semua level masyarakat. Dan yang paling bahaya jika kedua kelompok Calon ini menggunakan isu SARA sebagai alat untuk menjatuhkan lawan politiknya, seperti yang terjadi di Pilkada DKI yang hingga hari ini efek konfliknya masih terasa.

Maka kita tidak ingin hal itu terjadi lagi di Jawa Timur, yang struktur dan kultur masyarakatnya sangat majemuk.

Jatim harus kita jaga kondusifitas, kedamainya dan kemajemuknya, jangan sampai retak bahkan patah hanya untuk kepentingan politik praktis sesat.

Maka, saya berharap kedua calon dan tim suksesnya untuk ikut dan komitmen politiknya menjaga rumah Jatim yg damai tanpa menjual Isu SARA untuk kepentingan politik sesat.

/Sholihul Huda, M.Fil.I/Dosen Politik Islam UMSurabaya& Ketua Pusat Studi KH. Mas Mansur/PuSMAS/

Komentar

komentar

Leave a comment