Menselaraskan antara Kuliah, Kerja dan Organisasi


Total kunjungan 167 , Kunjungan hari ini 3 

Menempuh studi di sebuah kampus swasta memang memiliki sedikit-banyak kelebihan dan kekurangan, mulai dari kuliah di sore hari, yang hikmahnya mahasiswa bisa menghabiskan waktu pagi untuk mencari kesibukan atau bekerja guna membayar SPP kuliah, kemudian megahnya maket gedung baru yang terpampang dimana-mana, serta sering kali kekosongan sebuah kelas ketika jam kuliah dimulai, hingga “terlantarnya” mahasiswa karena persebaran kelas yang tidak merata. Bagaimanapun juga hal-hal yang demikian itu, harus tetap kita syukuri bersama, karena dalam menempuh sebuah pendidikan, keberhasilan seseorang, tergantung dengan sejauh mana seseorang itu berusaha.

BACA JUGA  Ketika "Hoax Lama Beredar Kembali"

Sebagai seorang mahasiswa yang tercatat aktif di fakultas ini, tidak jarang mendengar serta melihat fenomena keterlambatan masuk kuliah karena baru pulang kerja, ada lagi urusan pekerjaan yang tak bisa dikesampingkan, dan masih banyak lagi. Dan juga ditolaknya mahasiswa untuk mengikuti UTS maupun UAS karena pembayaran SPP yang tidak kunjung dilunasi. Dan satu lagi, fenomena mahasiswa aktif di organisasi yang telat dalam mengumpulkan tugas dan sejenisnya. Pertanyaannya, lalu bagaimana cara menyeimbangan kesibukan yang cukup kompleks dalam menjalani kehidupan di kampus ini?

BACA JUGA  Peduli Aceh, Mahasiswa FAI Melakukan Penggalangan Dana

Begini, dengan berbagai permasalahan dan keunikan di Fakultas Agama Islam ini, maka kiranya kita bisa menyimpulkan bahwasannya dalam mengarungi hidup di dunia mahasiswa, dua point utama ini (mungkin) bisa dijadikan pedoman bersama. Yang pertama, mengukur skala prioritas sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing, lalu pertimbangkan dengan teliti, kemudian aplikasikan dengan baik.

BACA JUGA  BERISIK

Yang kedua, kecerdasan dan kecermatan dalam pembagian memanfaatkan waktu dan tenaga, antara kuliah, bekerja dan berorganisasi harus bisa di manage baik sebaik mungkin. karena itu akan mempengaruhi kontinuitas “hidup” menjadi mahasiswa.

Lalu yang terakhir, sebuah kalimat penutup untuk kita semua para mahasiswa pekerja dan juga aktivis : “Kuliah Prioritas, Bekerja secara cerdas, Organisasi Totalitas.”

By : Ahmad Muhammad Assyifa (Sekretaris Umum IMM Al-Qossam)

Komentar

komentar

Leave a comment