Menuju Kesuksesan Hidup


Oleh : Ainun Ridho, Mahasiswa Hukum Keluarga Islam UMSurabaya.

Banyak orang melihat bahwa seorang direktur, dokter, menteri atau presiden merupakan kesuksesan yang sejati. Saya kira kesejatian dari kesuksesan tidak akan kita peroleh di dunia. Karena dunia bukan final dari kebahagiaan, tapi merupakan perjuangan yang terus menerus bermujahadah dalam setiap nafas yang selalu dikeluarkan.

Ketika melihat kesuksesan yang terukur oleh materi dan wujudnya cita-cita, maka dia akan melupakan kesedihan di balik kebahagiaan. Air yang dianggap mengalir akan berhenti dan mengering. Matahari yang terus mengeluarkan cahaya suatu saat akan meredup dan gelap. Revolusi dalam dunia itulah yang kadang melalaikan manusia tentang roda kehidupan.

Kesuksesan bukanlah final dari kehidupan, tapi bisa jadi merupakan ujian, hukuman atau ancaman. Tidak seorang pun yang tahu di mana letak kebahagiaan dan kesedihan, tidak ada seorang yang tahu dia dapat cobaan, hukuman dan peringatan. Semua penuh dengan misteri. Dari situlah mari kita belajar bertawadhu antara satu dengan yang lainnya.

Kalau kita perhatikan ada banyak sekali kebahagiaan di sekeliling kita, tapi dalam berfikir kita selalu mengatakan itu hal biasa. Padahal kalau dirasakan akan berbuah kebahagiaan. Dalam masalahpun, ada sisi kebahagian kalau kita mau mencermati, menikmati, dan menyukuri. Sehingga yang diperoleh dari batang kegelisahan akan berbuah kenikmatan.

Orang sekarang itu selalu bersaing demi meperoleh kemenagan, kalau hidup bersaing untuk memperoleh kemenangan, maka yang hadir dalam hati adalah kegembiraan, dan mungkin kesombongan dan keangkuhan. Hidup itu bukan bersaing, tentang yang menang dan yang kalah. Tapi hidup adalah tentang berbuat kebaikan sebanyak mungkin.

Jangan jadikan hidupmu sebagai taruhan tapi jadikanlah hidupmu seakaan berada dalam tekanan. Jika dirimu semakin merasa tertekan dalam hidup dengan kesulitan maka pengetahuan akan muncul di fikiranmu karena engkau akan berfikir untuk keluar dari masalah-masalahmu sehingga dirimu menjadi manusia yang utuh.

Komentar

komentar


Mohammad Ikhwanuddin

About Mohammad Ikhwanuddin

Mohammad Ikhwanuddin SHI MHI, Dosen dan Sekprodi Hukum Keluarga Islam ( Ahwal Syakhshiyyah) Fakultas Agama Islam UMSurabaya. Kini sedang Studi Doktoral (S3) Dirasah Islamiyah ( Islamic Studies) UIN Sunan Ampel dengan Beasiswa Mora Scholarship Program 5000 Doktor Kemenag RI Tahun 2017. (Telepon/WA 083849992503)

Leave a comment