Menunggu Politik Programatik Bukan Politik SARA di PILGUB JATIM


Shoihul Huda. M.Fil.I | Pengamat Politik Univ.Muhamnadiyah Surabaya & Ketua Forum Komunikasi Dosen Jatim

Masyarakat Jatim menunggu Program- Program Real dari para Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Gus Ipul- Puti Guntur Soekarano dan Khofifah Indarparawansa-Emil Dardak, untuk membangun kemajuan dan kesejahteraan rakyat Jawa Timur, bukan Politik SARA tapi politik programatik.

Saya melihat, para kandidat belum tampak program-program politiknya untuk mematenkan dan mensejahterakan masyarakat Jatim.
Saya amati dibeberapa media baik cetak atau medsos, lebih mengedepankan identitas SARAnya atas gagasan-gagasan atau program-program nyata untuk menjawab masalah-masalah dan kebutuhan masyarakat Jatim.
Salah satu masalah mendasar masyarakat Jatim adalah masalah pendidikan dan kesejahteraan ekonomi dan sosial sosial masyarakat masyarakat Jatim.

Masalah pendidikan gangguan kualitas pendidikan (TK, SD, SMP, SMA, Pergurusn Tinggi) di Jatim. Saya melihat masih ada disparitas yang lumayan jauh kualiatas Pendidikan di Desa dan di Perkotaan mulai Kualitas SDM Guru, Infrastruktur Sekolah, Pendanaan Sekolah, Manajemen kelembagaan, kesejahteraan Guru Swasta dan jaringan. Menurut saya diperlukan program percepatan (akselerasi) pembangunan pendidikan di desa-desa di Jawa Timur.

Selain masalah pemerataan kualitas pendidikan, menurut saya yang perlu diperhatikan para calon gubernur adalah masalah kemiskinan di Jatim yang masih lumayan besar.
Berdasar Data BPS Jatim per September 2017 Warga Miskin di Jawa Timur sekitar 4405, 27 atau (11,20%).

Penganguran masih lumayan besar, data berdasar BPS Jatim Tahun 2017 masih sekitar 800 ribu orang yang tersebar diberbagai tingkat pendidikan SD, SMP, SMA, PT, meski ada penurunan dibanding tahun 2016, meski begitu tetap jadi PR besar pagi Gubernur kedepan.

Dan menurut saya yang juga harus diperhatikan adalah relasi kehidupan sosial beragama di Jawa Timur. Kita tidak ingin kasus Sampang (Konflik antar golongan agama), konflik SARA merembet kedaerah-daerah Jawa Timur. Dan jangan sampai kasus Pilkada DKI merembet keJawa Timur.

Dan yang penting dalam proses perhalatan pilgub ini, saya harap para Calon dan Tim Suksesnya untuk patuh dan taat pada aturan-aturan Pilkada yang telah di atur. Dan saya berharap para pemimpin daerah untuk memberikan contoh yang baik untuk warga Jawa Timur untuk semua ketentuan pilkada, jangan menabrak aturan hanya untuk kuasa mnghilangkan etika. Kami harap perhelatan pilgub jatim aman dan pemimpin yang berkualitas baik.

/ Sholihul Huda /

Komentar

komentar

Leave a comment