Mitsaqan Ghalidhan Itu butuh Perjuangan


Surabaya (07 Januari 2017), Adalah hari yang paling spesial bagi salah satu teman dan dosen perempuan Prodi Perbankan Syariah (PS) FAI UMSurabaya. Yakni hari bersatunya dua insan manusia dalam bingkai kasih halal karena janji suci pada Jumat (06 Januari 2017) bertempat di Surabaya. Hari dimana dimulainya proses menggenap antara Tiara Anindya Firana bersama Nur Rachmat, sang kekasih hati yang telah lama dinanti. Mengingat kisah cinta mereka berdua yang berliku-liku, seperti lagunya Melly goeslow yakni “putus nyambung” hingga telah menghabiskan banyak airmata untuk menuju kata sepakat melangkah ke pelaminan.

Bertempat di gedung Gitatamtama Gentengkali Surabaya, keduanya melangsungkan selebrasi cinta mereka. Bukti cintaNYA Sang Khalik atas makhlukNYA, yang telah menciptakan mereka berpasang-pasangan, laki-laki dan perempuan, sehingga terciptalah ketenangan hidup menuju kemaslahatan umat. Suasana gegap gempita dengan bertaliannya dua keluarga besar dari Surabaya dan Madura dalam ikatan ukhuwah Islamiyah melalui pernikahan. Dibumbui desain interior ruangan yang syahdu mendukung semaraknya perhelatan resepsi mereka.

Secuil cerita yang pernah diceritakan oleh si empunya, bahwa proses perkenalanhingga sampai pada jenjang tunangan mereka terbilang lama. Selain perjuangan cinta LDR (Long Distance Relationship), haru biru kisah mereka berdua sempat dibumbui adegan hadirnya pihak ketiga. Entah itu namanya ujian menuju pernikahan atau apalah namanya, yang jelas keduanya sempat memutuskan ikatan pertunangan mereka. Namun begitulah uniknya jodoh, Tidak bisa dilogikakan dengan hitungan matematis, karena ada campur tanganNya dalam lika-likunya. Selang beberapa bulan tanpa komunikasi, ternyata Allah mengatur mempermudah proses lobbying keluarga diantara mereka. Ditambah proses perjuangan persiapan hari H yang dengan perkasa dilakoni oleh Dosen PS ini. Bagaimana tidak, di saat kebanyakan caten (calon penganten) dipingit jauh-jauh hari sebelum hari H, bu Tiara harus menerobos tradisi tersebut dengan pergi ke luar kota untuk mengambil keperluan pernikahan, belum lagi dengan perkasanya masih kesana kemari untuk persiapan tersebut. Dan segala perjuangan tersebut berakhir happy ending dengan melalui pernikahan sabtu lalu. Pesan tersirat yang ingin penulissampaikan berangkat dari kisah dosen PS ini adalah Mitsaqan Ghalidzon itu memang harus diperjuangkan. Semuanya memang sudah tertulis di Luhul Mahfudz sana, namun bakal tidak akan menjadi kenyataan saat itu tidak diiringi usaha untuk menggapai rizki jodohmu. Bagi yang belum dipertemukan dengan jodohnya, Semoga disegerakan. Aamiiin

Segenap keluarga, tetangga, rekan se jawat, teman ngajar hingga mahasiswa yang turut hadir untuk mendoakan atas pernikahan mereka. Disuguhi jamuan makanan yang variatif nan menggoda membuat para tamu dan undangan terlayani dengan baik semakin betah untuk bercengkrama, ngobrol sana sini sambil menikmati hidangan yang telah disajikan, mulai dari menu berat nasi putih dan partikelnya, soto madura, tahu campur, kebab, buah2an dan es buah dan masih banyak lagi. Hal ini tentu sangat linier dengan hobi sang manten akan hasrat kulinernya. Bukan pada hidangannya, namun rekayasa suasana kekeluargaan yang nampak pada masing-masing komunitas yang hadir kentara disitu. Berkah lain dari pernikahan dengan semakin eratnya ukhuwah pada masing-masing mereka yang hadir di ruangan tersebut. Selamat Menikmati, Selamat berbahagia Bu Tiara, Semoga pernihakannya senantiasa dilingkupi sakinah, mawaddah wa Rahmah dan keberkahan. (PS)

 

animasi pernikahan

 

Komentar

komentar

Dibaca : 1,707 pengunjung.