Pembukaan Praktikum Pengadilan Agama Serentak di 2 Kota


Sesuai surat rekomendasi dari Pengadilan Tinggi Agama Jawa Timur, mulai hari ini, 9 Januari 2017 hingga satu bulan kedepan akan dilaksanakan Praktikum Pengadilan Agama oleh Mahasiswa Program Studi Ahwal al Syakhshiyah UMSurabaya. Praktikum tersebut dilaksanakan di dua pengadilan agama, yakni Pengadilan Agama Kelas IA Kota Surabaya dan Pengadilan Agama Kelas IB Sidoarjo. Sebagai tanda dimulainya praktikum, maka dilaksanakan pembukaan sekaligus serah terima mahasiswa pada hari senin pagi secara serentak di dua pengadilan agama tersebut.

Hadir mengantarkan mahasiswa dalam serah terima mahasiswa peserta praktikum di PA Surabaya, Bapak Drs. Mulyono, M.Pd.I. selaku Ketua Prodi Ahwal al Syakhshiyah sekaligus dosen pendamping bagi mahasiswa yang melaksanakan praktikum di PA Surabaya. Dalam sambutannya, beliau mengingatkan kembali etika yang senantiasa harus dipegang oleh mahasiswa selama praktikum.

Sementara itu, prosesi serah terima mahasiswa peserta praktikum di PA Sidoarjo dihadiri oleh bapak Gandhung Fajar Panjalu, M.HI, sekretaris prodi Ahwal al Syakhshiyah yang juga menjadi dosen pembimbing praktikum di PA Sidoarjo. Prosesi ini juga dihadiri bapak Wakil Ketua PA Sidoarjo, Ibu Hilya selaku Dosen Pamong, serta Bpk Heru selaku Kasub Perencanaan. Selain menguraikan urgensi praktikum bagi mahasiswa, dalam serah terima ini juga terselip pesan agar praktikum ini dapat bermanfaat jangka panjang bagi mahasiswa, tidak hanya berhenti saat praktikum selesai.

Rencananya, praktikum ini akan selesai tanggal 3 Pebruari 2016. Dalam waktu satu bulan tersebut, mahasiswa dituntut untuk belajar langsung di lapangan seputar tata administrasi pengadilan agama, mulai kesekretariatan (meja I, II dan III), kepaniteraan, persidangan, dan lain sebagainya. Selain itu, mahasiswa juga akan mendapatkan materi dalam forum diskusi antara dosen pamong dan mahasiswa yang biasanya dilaksanakan setiap siang hari, sembari membuat evaluasi harian.

 

Komentar

komentar

Dibaca : 1,663 pengunjung.