Perkuat Kewirausahaan, Dosen FAI Kreasikan Berbagai Makanan Ringan


Total kunjungan 66 , Kunjungan hari ini 1 

Apabila dalam forum kajian ilmiah biasa diisi dengan makanan modern dan buah-buahan, kali ini ada yang berbeda. Dalam Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan oleh LPPM UMSurabaya, Selasa 2 Agustus 2016 di gedung G Lt 2 Kampus UMSurabaya, dosen FAI menunjukkan kebolehannya dalam mengasah kreatifitas di bidang kuliner dengan menghadirkan Jajanan Tradisional.

Selain roti dan buah-buahan yang menjadi menu “wajib” di setiap kajian, kali ini tersedia Tahu Bulat dan Es Cappucino Cincau sebagai hidangan untuk peserta FGD. Tahu bulat yang disajikan adalah kreasi Rukhul Amin, dosen Program Studi Perbankan Syariah. Sedangkan pendampingnya, Es Cappucino Cincau adalah kreasi Muhammad Ikhwanuddin, dosen Program Studi Ahwal al Syakhshiyah.

BACA JUGA  SPIRIT SOLIDARITAS AGAMA DAN PERJUANGAN RUANG HIDUP KEMANUSIAAN

P_20160802_091459

Tidak hanya memastikan produk olahannya berstatus halal, keduanya juga membuktikan bahwa hasil olahannya memiliki citarasa yang khas. Tahu bulat yang disajikan misalnya, selain berbentuk bulat utuh dengan isi yang lembut, juga memiliki rasa yang gurih sehingga diskusi yang berlangsung menjadi lebih “renyah”. Seakan tak mau kalah, Es Cappucino Cincau yang disajikan selain memiliki tekstur yang lembut, juga memiliki rasa dan aroma yang unik.

Tak mau menyiakan kesempatan, puluhan peserta diskusi menikmati jajanan tersebut selama berlangsungnya diskusi. Ketika diminta komentar atas jajanan tersebut, para dosen mengaku sangat menikmati jajanan yang tersedia. Terlebih karena jajanan tersebut diberikan secara cuma-cuma alias gratis. Shokhibul Arifin misalnya. Ia berkelakar bahwa dirinya siap untuk bekerja mencicipi jajanan tersebut setiap hari untuk memastikan bahwa jajanan tersebut tetap terjaga rasa maupun kualitasnya.

BACA JUGA  Belajar Menyikapi Getir Kehidupan pada Nur Cholis Huda

P_20160802_115129

Sementara itu, Gandhung Fajar Panjalu menekankan pentingnya “branding” agar jajanan tersebut lebih marketable. “Penamaan menjadi hal yang penting agar masyarakat dapat mengenali produk kita. Jika masyarakat sudah kenal, maka bukan tidak mungkin lama kelamaan masyarakat menjadi sayang, sehingga mereka mau membeli produk tersebut”, ungkapnya. Bukan tidak mungkin jika jajanan yang tampak sederhana tersebut nantinya dapat bersaing dengan produk lain, serta dapat menjadi “halal food” yang bisa diekspor ke berbagai negara sebagaimana seminar “Potensi Ekspor Makanan Halal” yang telah dilaksanakan beberapa hari sebelumnya. Usulan nama-nama yang unik-pun bermunculan. Misalnya nama TABULAMPOT sebagai singkatan dari Tahu Bulan Anti Kempot karena melihat bentuk tahu bulat yang berbentuk bulan sempurna dan tidak mudah kempes. Ada juga yang mengusulkan nama TABASSUM singkatan dari Tahu Bulat Asli UMSurabaya. Untuk Es Cappucino Cincau ada yang mengusulkan nama Capcin Sehati sebagai singkatan Cappucino Cincau Sehat dan Bergizi Tinggi. Semua itu adalah usulan nama yang keputusanya dikembalikan kepada pembuat jajanan.

BACA JUGA  Berfikir Kritis Humanis

Beberapa bulan sebelumnya, mahasiswa Perbankan Syariah  menggelar rilis pers tentang makanan yang ringan dan sehat kreasi sendiri sebagai makanan saat berbuka puasa. Agenda yang dinamai “Back to Kitchen” tersebut berupaya mengajak masyarakat agar mau menikmati jajanan ringan khususnya yang tradisional, agar tidak tergerus oleh jajanan modern.

Komentar

komentar