Redam Konflik Horizontal Bernuansa Vertikal Melalui “Pela Gandong”


Total kunjungan 56 , Kunjungan hari ini 2 

Tanggal 19 Januari 1999 terjadi konflik sosial bernuansa agama di Ambon Lease. Peristiwa yang disebut juga Tragedi Idul Fitri Berdarah ini merupakan konflik yang cukup dahsyat setelah beberapa konflik yang terjadi sebelumnya. Akar masalah konflik ini teridentifikasi pada : pemaknaan agama, bias sejarah, etnisitas, karakter sosial dan kepentingan. Kesemuanya menkristal pada dua hal, yakni kepetingan ekonomi dan politik. Sampai di sini tidak ditemukan motif agama, karena memang tidak ada agama apapun yang mengajarkan konflik. Konflik tersebut akhirnya dapat diselesaikan dengan kearifan lokal yang disebut “Pela Gandong”.

BACA JUGA  Praktikum PA Ditutup, Praktikum KUA Menanti

 

Demikian cuplikan pemaparan Dr. Hamzah Tualeka, M.Ag dalam kajian rutin dosen FAI yang dikenal dengan “Forum Kajian Dosen Padhang Wetan” yang dilaksanakan hari Rabu, 22 Juni 2016 pukul 14.00 s.d selesai bertempat di Warung Makan Berong, Ketintang, Surabaya. Jika biasanya kajian dilaksanakan di kampus, namun karena kajian bulan ini jatuh pada bulan ramadhan maka kajian dilaksanakan di luar kampus sekaligus buka bersama.

BACA JUGA  Belajar Meraih Cita-cita

IMG-20160622-WA0006

Sholihul Huda, M.Fil.I, pengasuh Padhang Wetan yang sekaligus bertugas sebagai moderator menekankan pentingnya spirit penyelesaian konflik yang terjadi dalam bentuk apapun dan pada daerah manapun. Menurutnya, sesuai apa yang disampaikan pemakalah, bahwa agama bukan menjadi motif utama terjadinya konflik. Menurutnya, konflik terjadi karena perbedaan dalam dua hal, yakni beda pendapat dan beda pendapatan.

BACA JUGA  Ta'awun Untuk Negeri Dalam Perspektif Pergerakan

 

 

Komentar

komentar