(Tugas)Refleksi Pendidikan Agama Islam ; Sebuah Catatan Kontemplatif dan Evaluatif


Total kunjungan 430 , Kunjungan hari ini 5 


Mengawali Tahun 2017, ada sebuah refleksi keberagamaan kita yang patut diketengahkan. Beragama Islam, dengan segenap karakter dan konsep akidahnya, perlu menjalin relevansi dengan realitas kekinian, sembari meneguhkan konsistensinya dalam memandu umat.

Beberapa catatan berikut menjadi refleksi tematik untuk merenungi keberagamaan kita. Titik tolak poin refleksi ini sengaja dibentuk menjadi sebuah rangkaian pertanyaan agar dapat digunakan pula sebagai materi evaluasi UAS (Ujian Akhir Semester) di kelas yang saya ampu.

1. Sebutkan 7 karakteristik Islam!. Jika harus ada karakter ke-8 (dan seterusnya) yang harus ditambahkan, apakah karakter Islam yang harus ada di era milenial saat ini?

 

2. Dalam surat al-Shams ayat 8, ada 2 potensi jalan yang telah dillhamkan pada manusia, yakni potensi al-fujur (kefasikan, kemaksiatan) dan al-taqwa (ketakwaan). Bagaimana kamu menjelaskan dua potensi negatif dan positif dalam diri manusia tersebut?

BACA JUGA  Materi Hukum Perkawinan di Indonesia

 

3. Al-Quran menggunakan diksi yang bervariasi saat menjelaskan terma “manusia”. Kadang menggunakan diksi “basyar” (37 kali), terkadang “insan” (65 kali), dan seringkali memakai “al-nas” (240 kali). Bagaimana kamu memahami hal tersebut?

 

4. Iman, ilmu dan amal memiliki keterkaitan yang signifikan dalam ekspresi keberagamaan seseorang. Bagaimana kamu melihat relasi ketiganya dalam aktualisasi keislaman seseorang?

 

5. Apakah makna kalimat tauhid  La ilaha illa Allah ?

 

6. Dalam islam, konsep akidah pada makna dasarnya akan menyatu dengan ketauhidan. Artinya, tauhid dan akidah akan bersinergi dalam membentuk (kemurnian) keislaman seseorang. Bagaimana pengaruh konsep akidah di program studi yang kamu tempuh?

BACA JUGA  Adakan Pelatihan Dasar Public Speaking, PAI datangkan SSPS

 

7. Klasifikasi yang umum dilakukan terhadap syirik adalah syirik besar dan syirik kecil. Jelaskan perbedaan kedua klasifikasi tersebut?

 

8. Sebutkan 3 contoh yang menurut kamu termasuk bisa dikatagorikan syirik zaman modern, dan berikan tips cerdas untuk menghindarinya!

 

9. Secara ekslusif, ajaran agama Islam akan tersampaikan dengan meneguhkan sisi perbedaannya. Sementara dalam ranah inklusif, sikap untuk mengenal agama lain, di antaranya melalui nilai moralnya, akan mencari pola kesamaannya. Menurut kamu, dalam agama non-Islam, nilai moral apa saja yang selaras dengan akhlak Islam?

 

10. Di beberapa tempat, terdapat heterogenitas (keberagaman) penduduk mulai dari agama, suku dan ras. Jika kamu berada di komunitas tersebut, bagaimana sikap yang akan kamu tunjukan?

BACA JUGA  Fixed VS Growth Mindset

 

Sepuluh hal tersebut akan menjadi titik tolak dan titik balik refleksi yang tengah saya lakukan, dan mahasiswa yang saya ampu. Karena untuk menjadi pemeluk agama, kita tidak hanya harus menjadi pemeluk ajaran agama dan (ter)lepas dari unsur humanitas.

Sebagaimana arahan Pedoman Pendidikan Al-Islam Kemuhammadiyahan PT Muhammadiyah yang ditetapkan Majelis PT Pimpinan Muhammadiyah (2013; 21), tujuan dan arah pendidikan agama al-Islam Kemuhammadiyahan adalah being religious and humane Muslim berkemajuan, serta bersikap etis pada Allah dan sesama.

Semoga sukses. Mari beragama dengan cara terbaik yang bisa kita lakukan.

Komentar

komentar


Mohammad Ikhwanuddin

About Mohammad Ikhwanuddin

Mohammad Ikhwanuddin SHI MHI, Dosen dan Sekprodi Hukum Keluarga Islam ( Ahwal Syakhshiyyah) Fakultas Agama Islam UMSurabaya, dan menjadi salah satu Anggota ADHKI (Asosiasi Dosen Hukum Keluarga Islam ). Kini sedang menjalani pendidikan doktoral (S3) Prodi Studi Islam ( Islamic Studies) UIN Sunan Ampel Surabaya dengan Beasiswa Mora Scholarship Program 5000 Doktor Kemenag RI Tahun 2017. (Telepon/WA 083849992503)