Rekonstruksi Ideologi Keilmuan FAI UMSurabaya


Total kunjungan 105 , Kunjungan hari ini 1 

Tulisan saya awali dari pertanyaan Sebenarya ilmu itu untuk apa dan siapa? Apakah untuk kepentingan ilmu kembali ( Science for Science)  atau untuk kepentingan masyarakat (Science for Society). Jawabnya menurut hemat saya, ilmu harus untuk kepentingan membangun peradaban masyarakat atau harus punya asas manfaat dan dapat menjdi solusi dari problematika masyarakat (Science for society).

 

Mari kita baca narasi ideologi keilmuan di lingkungan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surabaya. Apakah pada posisi narasi Ilmu untuk ilmu (Science for Science) atau pada posisi ilmu untuk masyarakat (Science for Society). Dalam pembacaan saya, konstruksi ideologi keilmuan di lingkungan Fakultas Agama Islam Univeraitas Muhammadiyah Surabaya masih pada narasi Ilmu untuk ilmu  (Science fir Science), belum pada narasi ideologi ilmu untuk masyarakat (Science for Society)

BACA JUGA  Berfikir Kritis Humanis

 

Indikasi tersebut dapat kita amati dan rasakan dari pertanyaan, “Sebesar apa kepedulian, kontrubusi, turut andil dalam penyelesaian problem sosial, keagamaan, pendidikan, dan kemiskinan masyarakat dan lingkungan Alam warga sektar kampus Universitas Muhammadiyah Surabaya, misal daerah Sutoreje, Laban Sari, Mulyorejo, Mulyosari dan sekitar?”

 

Kita asyik dengan membangun narasi keilmuan untuk kita sendiri, sehingga ada jarak yang cukup jauh antara kampus dan kampung. Padahal kalau kita kembali kepada hakekat ajaran Kiyai Dahlan (Pendiri Muhammadiyah), salah satu spirit teologi pendirian lembaga pendidikan (Sekolahan, Kampus) adalah untuk memberi pencerahan dan membantu menyelesaikan problematika kehidiupan masyarakat.

BACA JUGA  Ayo, Perluas Penggorengan Ikan Kita

 
Melihat berbagai hal tersebut, Maka menurut saya perlu adanya “rekonstruksi ideologi keilmuan” di lingkungan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surabaya, dari ilmu untuk ilmu (Science for Science) menjadi ilmu untuk masyarakat (Science for Society)

Ini sangat penting dilakukan agar keberadaan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surabaya dapat memberikan kontribusi yang positif berupa kemanfaatan bagi masyarakat (Anfau Lin nass)

BACA JUGA  Kun "Follower" Wa Laa Takun "The Other"

Oleh : Sholik al Huda, S.HI, M.Fil.I.

Dosen prodi Perbandingan Agama

FAI UMSurabaya.

Komentar

komentar