Urgensitas CIO dalam Organisasi


Total kunjungan 82 , Kunjungan hari ini 1 

images

Oleh : Bobi Puji Purwanto (Ketua Umum IMM Al-Qossam)

Dalam sebuah perusahaan, tentu kita semua merasa tidak asing lagi dengan CEO (Chief Executif Officer). Tentu sangat familiar dan semua orang banyak yang tau. Baiklah, CEO ialah pimpinan puncak perusahaan. Chief berarti kepala atau yang memimpin. Executif berarti jajaran direksi. Definisi dari CEO berarti seseorang yang dipercaya untuk memimpin jajaran direksi suatu perusahaan.

CEO bertugas sebagai manajemen strategi jangka panjang perusahaan, merencanakan, mengelola, dan menganalisis segala aktivitas fungsional bisnis seperti operasional, sumber daya manusia, keuangan, dan pemasaran. Merencanakan dan mengelola proses penganggaran, lalu mengamati dan menganalisis apabila ada kejanggalan dalam prakteknya di lapangan.

Ia mengelola perusahaan sesuai dengan tujuan strategis perusahaan dengan keefektifan dan biaya seefisien mungkin. Masa jabatan biasanya antara 5 atau 10 tahun, tergantung perusahaan, kinerjanya bagus atau tidak. Dan biasanya diangkat oleh komisaris (penanam atau pemegang saham). Begitulah CEO yang kita tau. Menarik untuk dijadikan pembelajaran lebih detailnya.

Angin yang sejuk malam itu, setelah mencicipi racikan ilmu pengetahuan tentang managemen dari Anjar Kuncoro dalam bukunya ‘Menuju CIO Kelas Dunia’, saya menemukan peran CIO dalam sebuah perusahaan juga sangat penting dan menarik. Iya, CIO mendampingi CEO (Chief Executif Officer) untuk memastikan target perusahaan bisa tercapai. Mari kita simak bersama-sama tentang CIO.

BACA JUGA  Jangan jadi Pemalas

Apa CIO itu?

CIO (Chief Information Officer), mungkin diantara kita masih bertanya-tanya apa CIO itu. CIO ialah Puncak karier bagi praktisi teknologi, baik infrastruktur, aplikasi maupun telekomunikasi. Ada dibeberapa perusahaan, jabatan ini juga disebut sebagai Chief Technology Officer, khususnya bila penekanan perusahaan ada pada sisi infrastruktur dari teknologi informasi atau telekomunikasi. Sementara beberapa perusahaan lain menyebutnya sebagai Direktur Teknologi. Vice President Information Technology, dan seterusnya.

CIO pada intinya memiliki tiga tugas utama, pertama adalah mengembangkan dan mengoperasikan teknologi yang dimiliki perusahaan, kedua mendampingi CEO untuk memastikan target tahunan perusahaan dapat terealisasi (sebagaimana yang saya sebutkan di atas), ketiga dapat memastikan strategi perusahaan ke depan dapat memenangkan persaingan. Itulah CIO. Seseorang yang tangkas dalam mengatasi perkembangan dan seluk beluk teknologi informasi yang dimiliki oleh perusahaan.

Ada pertanyaan begini, dalam organisasi, apakah penting ada CIO? Ini dalam konteks organisasi mahasiswa khususnya.

Baiklah, kita sekarang berada pada abad yang canggih. Dan ini tidak bisa dipungkiri lagi. Zaman dimana teknologi dan informasi menjadi sahabat sejati bahkan tuan dalam perkembangan segala bidang. Tenaga manusia pada zaman saat ini menjadi sangat tidak menarik atau mengalami dekadensi, jika dibandingkan dengan tenaga teknologi. Seolah-olah apa yang kita lakukan setiap hari tidak bisa lepas dari peran teknologi. Luar biasa. Perkembangannya sangat cepat dan membabi buta. Dampak yang dihasilkan juga sangat besar.

BACA JUGA  Rumus Anti Kecewa (Kisah Kegagalan Yang Pasti Bisa Kamu Lewati)

Jadi, semuanya jadi serba muda, serba instan, serba ketergantungan, dan seterusnya.

Dengan adanya teknologi di perusahaan, khususnya organisasi. Mencari informasi jadi lebih indah dan tidak sulit. Untuk mengakses ilmu pengetahuan di berbagai penjuru dunia jadi banyak sarana-prasarana yang bisa fungsikan. Advertising organisasi terbuka lebar. Peluang membangun jaringan luas, dan pemanfaatan melahirkan SDM yang tepat dalam bidangnya juga sangat didukung. Begitulah, Teknologi, luar biasa.

Tidak hanya itu, dampak negatif juga ada bagi instansi-instansi yang kurang mengantisipasi dan keliru memanfaatkannya. Bahkan berakibat menghancurkan. Contoh sederhana, dalam organisasi mahasiswa, anggota-anggota menjadi ‘loyoh’ bertindak, ‘njagakno’, lemah dalam melakukan analisis riel di lapangan. Hal itu karena menganggap adanya teknologi yang bisa digerakkan, teknologi yang bisa ‘dijagakno’ tanpa mempertimbangkan kekuatan, kelemahan, dan kelebihannya. Akhirnya malas-malasan, praksis. Kasus ini juga menyerang pimpinan-pimpinannya, dan seterusnya.

Forum rapat dengan pembahasan penting banyak yang tidak fokus, lagi-lagi mempergunakan teknologi untuk menghibur dirinya. Ada juga yang mempergunakan untuk melihat sesuatu yang bukan-bukan di waktu yang tidak tepat, membuat inovasi teknologi terbaru yang luar biasa dengan tujuan buruk, dan lain sebagainya.

BACA JUGA  Dinamika Penegakan Hukum Islam di Pengadilan Agama dari Masa ke Masa

Kita akan menemukan banyak perubahan-perubahan dalam teknologi, baik itu secara substansial maupun non substansial, secara positif ataupun negatif. Maka, saya berfikir, bahwa dalam organisasi peran CIO (Chief Information Officer) sangat dibutuhkan. Seseorang yang bertugas sebagai penyaring dan pengembang dalam kemajuan teknologi dan informasi. Segala sesuatu yang bersangkutan dengan teknologi dan informasi, maka CIO yang menjadi drivernya, mendampingi driver umum organisasi (CEO).

Oleh sebab itu, dengan adanya CIO di organisasi, proses perkembangan akan terjaga rapi melalui teknologi dan informasi khususnya. Informasi masuk dengan baik, dan komunikasi terjaga. Pembentukan SDM menjadi terstruktur dan terkendali. Melihat tujuan jangka panjang (visi) terkawal dengan sangat hati-hati. Mengantisipasi pemanfaatan teknologi bagi personal yang belum paham metode pakainya bisa lebih tegas. Dan CIO, jajaran direksi yang patut dicontoh.

Jadi catatan saya, mari kita lakukan perubahan seindah mungkin. Menjadikan organisasi yang kita pimpin bisa bersama-sama terbang ke atas awan meraih kejayaan. Dengan bekal keberanian, ilmu pengetahuan, disiplin, sabar, maka kita mampu meraihnya. Cara berpikirnya juga harus kreatif, membuat team yang ahli pada bidang-bidangnya dan setia pada visi. Sabagaimana yang dilakukan oleh Chairul Tanjung atau biasanya akrab dipanggil CT, ia CEO Wisdom pemilik carefour Indonesia, Bank Mega, Trans TV dan Trans 7.

Wallahua’lam

Komentar

komentar