warna warni kelulusan sekolah


Total kunjungan 77 , Kunjungan hari ini 1 

“Alangkah indahnya apabila sebuah momen kelulusan dihiasi dengan rasa syukur terhadap Alloh SWT yang telah memberikan hidayah berupa ilmu kepada setiap hambanya yang mau belajar dan ingin berubah menjadi lebih baik lagi”Oleh : M. Arfian Septiansyah

Momen kelulusan yang seharusnya dilaksanakan dengan penuh rasa syukur dan tangis haru setelah menempuh tiga tahun menempuh pendidikan dibangku sekolah saat ini malah diwarnai dengan sikap yang anarkis. Banyak orang – orang yang tak bersalah menjadi korban kebengisan jiwa muda yang sedan berkobar, entah apa maksud dari perbuatan mereka mungkin mereka ingin dilihat perkasa setelah mellibas semua soal Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), terlepas dari apakah disaat UNBK mereka menjunjung tinggi nilai kejujuran ataukah malah menegakkan sikap plagiatisme entahlah hanya alloh swt dan merekalah yang tahu itu.

Baru-baru ini telah terjadi sebuah ajang gagah-gagahan disebuah sekolah di propinsi jawa tengah, apa yang ada dalam benak mereka sehingga mereka melakukan hal yang anarkis momen yang seharusnya indah diwarnai dengan senyum, tawa riang kini berbalik menjadi momen yang mencekam dimana mereka harus mempertaggung jawabkan perbuatannya di hadapan aparat yang berwajib, beginilah ironi dari wajah pendidikan di negeri ini apa yang salah mungkinkah mereka haus akan kasih sayang orang tua, ataukah metode pembelajaran yang di terapkan di sekolah masih ada yang ganjil, atau mungkinkah negeri ini yang tidak mau memperhatikan karakter anak anak generasi penerus bangsa ini sehingga ajang gagah gagah pun menjadi tradisi terutama dalam ranah tingkat pelajar. Haruskah momen kelulusan dirayakan dengan cara membababi buta dan hura-hura yang menyebabkan terjadinya keresahan didalam masyarakat, corat coret baju, berkonvoi dengan membikin macet lalu lintas jalan raya bahkan sampai nekat berbuat asusila dengan pasangan terkasih dengan alasan merayakan hari kelulusan, haruskah moral dijadikan korban dalam hal ini . Ironi ini merupakan cerminan atau gambaran dari kurangnya bimbingan dari keluarga maupun sekolah dalam menyikapi hari kelulusan.

BACA JUGA  PANDUAN TRANSLITERASI PRODI HUKUM KELUARGA ISLAM (untuk Pemula)

Andaikan mereka mengerti akan satu hal harapan negeri ini ada pada mereka. Orang tua mereka bersusah payah mencari nafkah bahkan rela malu dan dicemooh banyak orang agar anak-anak mereka dapat meraih pendidikan yang lebih tinggi dan kelak dapat mengangkat derajat kedua orang mereka baik didunia maupun diakhirat namun nyatanya diakhir pendidikan yang seharusnya warnai dengan rasa syukur atas apa yang ditempuh selama duduk dibangku sekolah kini berbalik menjadi rasa malu yang tak pernah bisa terlupakan baik bagi diri mereka sendiri maupun masyarakat sekitar.

BACA JUGA  Rumus Anti Kecewa (Kisah Kegagalan Yang Pasti Bisa Kamu Lewati)

Alangkah indahnya apabila sebuah momen kelulusan dihiasi dengan rasa syukur terhadap Alloh SWT yang telah memberikan hidayah berupa ilmu kepada setiap hambanya yang mau belajar dan ingin berubah menjadi lebih baik lagi, dan juga rasa terima kasih terhadap bapak ibu guru yang membimbing kita memberikan ilmunya agar kelak diri ini menjadi insan yang berguna didalam masyarakat walaupun terkadang adakalanya kita sebagai seorang murid sering membuat kesalahan namun guru-guru kita tetap mendoakan agar kita menjadi orang yang sukses dan bermartabat dimasyarakat. Lebih baik lagi apabila momen kelulusan sekolah diwarnai dengan suatu hal yang positif seperti menyumbangkan barang mereka selama duduk dibangku sekolah seperti buku atau seragam lama mereka daripada dicorat coret lebih baik diberikan kepada adik kelas mereka yang membutuhkan, atau mungkin doa bersama sebagai wujud rasa syukur terhadap Alloh SWT yang telah memberikan kelancaran serta kemudahan dalam menjalani pendidikan hingga sampai pada ujian akhir dan dinyatakan lulus.

BACA JUGA  Rindu

Namun setelah dinyatakan lulus bukan berarti perjalanan mereka terhenti sampai disitu, mereka harus bejuang untuk masuk ke sekolah impian mereka dan memulai dari awal lagi pendidikan yang akan mereka jalani dengan status lebih tinggi dan memulai kehidupan bermasyarakat.

Komentar

komentar

Leave a comment