Belajar Dari Mbah Bolong


Total kunjungan 141 , Kunjungan hari ini 1 

BELAJAR DARI MBAH BOLONG.

Beberapa bulan yang lalu, saat merintis berdirinya Pusat Studi KH Mas Mansyur (PUSMAS), saya bersama kawan-kawan sempat mengunjungi makam KH Mas Mansyur di komplek pemakaman Masjid Ampel, Surabaya. Sembari mengelilingi komplek pemakaman Masjid Ampel, kami melihat beberapa makam dengan nama yang familiar, salah satunya makam Mbah Bolong yang berada tepat di belakang Masjid Ampel. Nama asli beliau adalah Kyai Sonhaji. Mbah Bolong merupakan murid Sunan Ampel yang berperan besar dalam pembangunan Masjid Ampel. Beliau berjasa dalam pengukuran arah kiblat masjid. Saat memastikan apakah mihrab (pengimaman) masjid tersebut benar-benar menghadap kiblat, beliau melubangi dinding mihrab, kemudian menyatakan jika masjid tersebut benar-benar tepat menghadap Ka’bah. Hal inilah yang kemudian menjadikan beliau lebih terkenal dengan sebutan Mbah Bolong.

BACA JUGA  Perbankan Syariah Melahirkan Generasi Ekonomi Syariah Berkemajuan

Sebagian orang memberi bumbu mistis pada kisah ini dengan menceritakan bahwa melalui lubang yang dibuat oleh Mbah Bolong tersebut, semua orang bisa melihat ka’bah di dalamnya. Namun, mengingat profesi Mbah Bolong yang pernah menjadi Mahtrus (Nahkoda), maka besar kemungkinan beliau melakukan itu dengan ilmu, tepatnya Ilmu Falak. Dengan melubangi dinding mihrab maka cahaya matahari bisa masuk. Kemudian melalui cahaya matahari tersebut beliau mengukur ketepatan arah kiblat. Sebagai seorang –mantan- nahkoda, tentu tidak sulit bagi beliau untuk mengetahui arah kiblat dengan bermodalkan cahaya matahari.

BACA JUGA  Dosen FAI UMSurabaya Dukung Sosialisasi Uang Rupiah Tahun Emisi 2016

Kemarin, kami, sivitas akademik Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surabaya Program Studi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah) melakukan apa yang juga pernah dilakukan oleh Mbah Bolong, yakni mengukur arah kiblat menggunakan cahaya matahari dengan metode Rashdul Qiblat. Praktikum ini sebagai bagian dari “Pekan Astronomi” yang diawali dengan Rukyatul Hilal awal Ramadhan 1438 H tanggal 26 Mei 2017, Rashdul Qiblat 28 Mei 2017, kemudian ditutup dengan agenda puncaknya, Pameran Astronomi pada tanggal 2 Juni 2017. Semoga Allah senantiasa meridhai.

BACA JUGA  Dinamika Penegakan Hukum Islam di Pengadilan Agama dari Masa ke Masa

—-+=+—-
Pengukuran arah kiblat menggunakan cahaya matahari dengan metode Rashdul Qiblat, program studi Hukum Keluarga Islam FAI UMSurabaya, Ahad, 28 Mei 2017.

Ramadhan momentum bagi FAI berkreasi :

www.antarajatim.com/lihat/berita/198476/um-surabaya-ajarkan-mahasiswa-ukur-arah-kiblat

Matahari Tepat di Atas Kakbah, Inilah Saat Tepat Meluruskan Arah Kiblat Salat http://www.tribunnews.com/regional/2017/05/28/matahari-tepat-di-atas-kakbah-inilah-saat-tepat-meluruskan-arah-kiblat-salat

Mulai 28 Mei 2017 hingga Dua Hari Berikutnya saat Tepat Luruskan Arah Kiblat, begini Caranya http://surabaya.tribunnews.com/2017/05/28/mulai-28-mei-2017-hingga-dua-hari-berikutnya-saat-tepat-luruskan-arah-kiblat-begini-caranya

Ramadan Tak Menghalangi Mahasiswa UMSurabaya Ciptakan Hal Kreatif

#kamibangga
#faiumsurabaya

Komentar

komentar

Leave a comment