Belajar Menjadi Manusia Solutif


Total kunjungan 419 , Kunjungan hari ini 4 

Belajar Menjadi Manusia Solutif

Oleh : Bobi Puji Purwanto

Saya tertarik dengan kalimat Warren Buffet. Beliau adalah pengusaha serta investor sukses dunia. Pria kelahiran Amerika Serikat ini memulai kesuksesannya dari jualan permen karet dari pintu ke pintu. Begitu kecil awalnya. Pada tahun 2015, ia menempati sebagai orang terkaya di dunia dengan urutan ketiga versi majalah Forbes. Tuturnya, “jika tidak pernah melakukan kesalahan, anda tidak pernah bisa membuat keputusan”. (Warren Buffet)

Hidup itu mengalir ibarat air yang ada di sungai. Apabila air itu deras mengalirnya, maka sedikit sekali sampah-sampah yang berserakan di lingkungan sungai tersebut. Lalu, jika mengalirnya susah, bisa dipastikan ada yang menghambat lajunya. Bahkan, adapula yang sampai tidak bisa mengalir sama sekali. Ya, terlalu banyak sampah dan halangan.

Anda menempuh hidup sepertinya juga demikian. Anda ingin cepat mencapai kesuksesan, bisa ditentukan dari kemampuan Anda berfikir mencari cela dan bertindak terhadap segala masalah kehidupan yang menghampiri Anda. Dalam konteks ini, saya akan beri catatan, membuat rasa dalam kesalahan menjadi kenikmatan itu sangat diperlukan.

Tidak ada orang hidup di dunia ini selalu dihampiri keberhasilan. Pasti, kegagalan merasa iri dan akan ikut ‘nimbrung’ pada kehidupan tersebut. Kalau kita suka membaca pengalaman atau buku-buku pengembangan diri tokoh besar dari berbagai genre, ada banyak kesamaan dalam hal ini yang disampaikan. Pada tulisan saya “Belajar Tegas Secara Cerdas” sebelumnya, orang itu ada negatif dan positif. Begitupun kehidupan.

BACA JUGA  Sosok Yang Terlupakan

Saat ini, saya banyak menemukan pribadi orang yang bingung, takut, dan kacau ketika dihadapkan sebuah masalah. Cara berfikir yang semula jernih, menjadi tiba-tiba lemah tak terkendali. Ya, mungkin disebabkan dari presepsi awal yang tidak menganggap masalah sebagai pembelajaran. Bahkan, saya sendiri juga demikian. Dan, harus benar-benar dirubah secara perlahan.

Tulisan Warren di atas kiranya bisa membuat sedikit tersenyum. Menjadi orang dengan keputusan terbaik, mulanya harus melakukan kesalahan dahulu. Kesalahan sebagai bentuk evaluasi untuk menuju masa depan optimal. Menyusutkan rasa takut agar berani mencoba dan berjuang hingga bisa. Ketika salah mengambil kunci, maka duplikatkan, atau justru ada kunci tersedia lalu segara kita ambil.

Kemudian untuk memulai, kita harus bagaimana?

Masalah itu nikmat

David J. Schwarz pernah berkata bahwa kita adalah apa yang kita pikirkan tentang diri kita. Artinya, apa yang terjadi pada diri Anda, itu bersumber pada cara berfikir Anda. Anda berfikir masalah adalah bencana, maka Anda akan terlena dalam masalah. Masalah akan menghantui Anda di manapun keberadaan Anda. Seolah-olah tidak ada untungnya jika Anda dihampiri masalah. Padahal bencana juga ada keuntungannya.

BACA JUGA  Bangsa Ini  Rusak, Pejabat Ditangkap KPK Tak Kapok Juga

Sangat jelas alurnya, sebagaimana yang disampaikan pakar kepemimpinan dunia John Maxwell. Begini, “pikiran berlanjut kepada kata, dan kemudian menjadi tindakan. Puncaknya, kebiasaan dan karakter yang tidak mudah untuk dihilangkan”. Sangat kompleks pernyataan ini. Pikiran Anda terhadap masalah adalah bencana, jika Anda pertahankan, maka bisa dipastikan karakter Anda kacau apabila masalah datang.

Oleh sebab itu, anggap masalah itu sebagai pembelajaran. Tanamkan cara berfikir bahwa setiap masalah adalah nikmat dari Tuhan yang Maha Esa. Apabila Anda sudah menganggap nikmat itu masalah, senyuman kebahagiaan akan selalu menyelimuti jalan kehidupan Anda. Anda akan mengarungi samudra kehidupan dengan nyaman.

Manusia Solutif

Ya, problem solving bukan troble maker. Mengapa banyak pengusaha, pemimpin dunia, dan para pendidik bisa sukses, padahal mereka mengawali karir dari start? Dari susah?

BACA JUGA  BEM FAI UMSurabaya Berkunjung ke BEM FAI UMM

Jawabannya simple. Karena mereka termasuk orang-orang yang prinsiple dalam mencari solusi. Perjalanan yang ditempuh dari nol hingga sampai ke tingkat yang lebih mendunia selalu dihiasi dengan tindakan jalan keluar. Alexander Graham Bell bertutur, “satu pintu tertutup, maka masih ada ribuan pintu terbuka”. Ya, jangan terpuruk di satu pola atau pintu. Masih banyak pola dan pintu lain yang bisa Anda masuki.

Memang, tidak gampang menjadi manusia yang setiap kali ada masalah selalu ada solusi. Tetapi, apa salahnya jika kita berusaha semaksimal mungkin agar karakter itu tertanam dalam pribadi masing-masing. Berangkat dari pikiran nikmat terhadap masalah, komitmen, suka dengan proses, bisa diprediksi, bahwa ketika Anda sukses, Anda akan merasakan keindahan yang luar biasa.

Keindahan itu tidak hanya pada saat Anda di dunia saja. Melainkan bidadari dan buah-buahan di surga juga akan Anda rasakan. Percayalah, bahwa Tuhan yang Maha Esa suka dengan orang-orang yang jernih cara berpikirnya, dan mau berusaha keras dan tekun. Jadilah, manusia yang solutif dalam segala hal yang menimpa kehidupan Anda.

Komentar

komentar

Leave a comment