Belanja Pengetahuan Keuangan Syariah, Mahasiswa Perbankan Syariah Study Tour to BI dan OJK


Total kunjungan 75 , Kunjungan hari ini 1 

Masih dalam momentum orientasi dinamika kampus, Prodi Perbankan Syariag FAI UMSurabaya mengadakan Kunjungan belajar ke BI (Bank Indonesia) dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) kantor Perwakilan Jawa Timur. “Dua institusi yang memegang peranan penting dalam perkembangan dan sirkulasi keuangan Syariah di Indonesia, sehingga menjadi sangat penting bagi mahasiswa Perbankan Syariah untuk belanja pengetahuan keuangan syariah sebagai materi pengantar perkuliahan ke depan dan tentunya sebagai bekal mereka menjadi lulusan yang berkualitas dan berdaya saing,” kata ArinSetiyowati, selaku Kaprodi Perbankan Syariah. Study Tour yang digawangi oleh HIMA Prodi Perbankan Syariah dalam berangkat bersama-sama dari kampus sekitar pukul 07.30 WIB dan tidak beberapa saat sesampainya peserta study tour di ruang Kahuripan BI Surabaya dimulai dari pemaparan OJK berjalan khidmat hingga akhir acara.

img-20161013-wa0049
Adi Sucipto, sebagai perwakilan OJK yang memberikan materi terhadap peserta study tour menyebutkan bahwa otoritas pengawasan Bank yang diamanahkan kepada OJK butuh kerjasama masyarakat untuk menciptakan suhu keuangan yang sehat. Dan beberapa tahun terakhir program BI dan OJK memang diarahkan pada kegiatan sosialisasi maupun edukasi tentang Keuangan syariah ke segala lapisanmasyarakat dan institusi mitra kami. Sehingga “Kami butuh mahasiswa dan institusi pendidikan, khususnya mahasiswa Perbankan Syariah dari UMSurabaya untuk menjadi bagian dari agen sosialisasi Ekonomi Islam OJK ke masyaraka,” Terangnya.
Sesi II Study Tour yang dilaksanakan pada Rabu (12/10/2016) ini disambut oleh pemateri dari BI khususnya departemen Ekonomi Syariah perwakilan Jawa Timur, Yason sapaan akrab kami kepada beliau. Karena begitu asyiknya alumni pertama Ekonomi Islam UNAIR dalam menerangkan keuangan inklusifke peserta hingga tidak terasa sudah sekitar 2 jam sesi materi BI berlangsung. Mulai dari mengupas fenomena jamaknya kesangsian masyarakat akan posisi dan operasionalisasi bank-bank syariah yang sedang menjamur di Indonesia dengan bahasa ringan namun cukup mampu menyihir 70 peserta study tour di ruangan. Bahwa “Saya kadang heran dengan Muslim yang sibuk menghujat bahwa Bank Syariah itu mahal lah, gak syar’i lah dan seterusnya,” terangnya dengan menggebu-gebu. “Saya umpamakan begini deh, misal ada dua pilihan antara daging babi dengan daging sapi yang dimasak dengan cara yang blm syar’i maupun didapat dengan cara yang belum syar’i, lantas apakah pilihannya memakan daging babi? Kan gak logis..” nyinyirnya, apalagi yang bilang kayak gitu para kyai maupun ustadz ,” lanjutnya. Satu hal yangmenggelitik dari salah satu cerita pak Yason adalah terkait obrolannya dengan salah satu orang kementrian pertanian yang awalnya mempertanyakan kenapa BI gencar mempomosikan keuangan syariah ke masyarakat, “Beri saya satu jawaban yang logis bukan alasan keimanan mulu,”tanya teman Yason, “oke, lantas kenapa kementrian pertanian tidak mengalihkan pilihan import daging babi karena alasan kelangkaan maupun mahalnya harga daging sapi di pasaran?, tanpa jawaban lagi, teman saya langsung berlalu tanpa kata.” Aneh aja kan, kalau hanya logika yang dipakai tanpa disandarkan pada keimanan,” tandasnya.
Bahwa Bank syariah bagi Muslim yang punya iman maka menjadi keharusan untuk memilihh bank syariah dalam aktifitas keuangannya. Dan hal ini bisa dijelaskan secara ekonomis kenapa pilihan ke bank syariah ebih rasional dalam upaya stabilitas ekonomi negara, melalui sistem bagi hasinya. Dan terbukti bahwa data-data BI bahwa perbankan syariah lebih pro UMKM melalui skim-skim pembiayaan yang senada dengan spirit ekonomi Islam untuk pemerataan bagi mustadz’afin yang terdiri dalam 8 ashnaf.
Pada sesi tanya jawab, Pak Yason menyelipkan tips dan nasehat-nasehat yang berarti buat mahasiswa Perbankan Syariah untuk lebih giat menempa diri baik dalam pengetahuan ekonomi dan keperbankanannya juga giat berorganisasi untukbekal kelak saat di tempat kerja, tuturnya sembari menyelipkan pengalamannya masuk dalam dunia kerja. Setelah itu diakhiri dengan foto bersama peserta study tour. “Semoga belanja pengetahuan dan semangat ber-ekonomi Islamnya mampu teraplikasi dalam keseharian aktifitas KBM maupun dalam dunia kemahasiswaan prodi Perbankan Syariah,” tutup Arin sebelum meninggalkan ruang Kahuripan. (AR)

Komentar

komentar

BACA JUGA  Laporan Perkembangan Akademik Mahasiswa Beasiswa