BNN gandeng Tokoh Agama dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika


Total kunjungan 72 , Kunjungan hari ini 1 

 


Pada hari Rabu-Jumat, sebanyak 29 peserta mengikuti Training of Trainer (TOT) yang dilaksanakan oleh Badan Narkotika Propinsi Jawa Timur. Agenda tersebut dilaksanakan di Hotel GreenSA UIN Sunan Ampel Jl. Juanda, Sidoarjo. Agenda tersebut dihadiri para Tokoh Agama yang terdiri dari 6 unsur majelis keagamaan, serta Tokoh Masyarakat.

Inti dari agenda tersebut adalah menyusun buku pedoman terkait Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Jawa Timur. Buku pedoman tersebut selanjutnya akan di-breakdown menjadi kegiatan dalam rangka mencegah penyalahgunaan Narkotika, khususnya pada kalangan generasi muda.

BACA JUGA  Dosen FAI UMSurabaya Dukung Sosialisasi Uang Rupiah Tahun Emisi 2016

Dalam sambutannya, Brigjen Pol Amrin Remico, kepala Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Jawa Timur menegaskan pentingnya peran tokoh agama dan masyarakat dalam membantu pencegahan penyalahgunaan narkotika. Hal tersebut mengingat Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat dinilai memiliki kedekatan yang sangat bagus dengan masyarakat, sehingga diharapkan dapat lebih intens dalam membantu BNN. Adapun yang dapat dilakukan oleh Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat antara lain dengan menyampaikan larangan penyalahgunaan narkotika kepada masyarakat melalui mimbar ceramah keagamaan, forum silaturrahim dan berbagai aktifitas kemasyarakatan lainnya.

BACA JUGA  Rumus Anti Kecewa (Kisah Kegagalan Yang Pasti Bisa Kamu Lewati)

Dalam TOT tersebut juga disampaikan tentang berbagai hal yang dirasa efektif dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat, misal ceramah, poster, testimoni mantan pecandu, sulap, game edukatif dan sebagainya.

P_20160729_100604

Turut menjadi peserta dalam agenda tersebut, dosen FAI UMSurabaya, Gandhung Fajar Panjalu, M.HI. Alumnus Taplai LEMHANNAS yang sekaligus menjadi Sekretaris Prodi Hukum Keluarga Islam FAI UMSurabaya ini menyatakan bahwa Narkotika menjadi tantangan yang besar bagi kejayaan NKRI, karena apabila generasi penerus bangsa terjerat dengan Nakotika, maka kejayaan bangsa yang selama ini diimpikan hanyalah angan-angan semata. Kaitannya dengan profesinya di bidang Hukum Keluarga, ia juga menekankan pentingnya pengawasan yang dilakukan oleh keluarga terhadap anak-anaknya. “Komunikasi yang kurang lancar dalam keluarga menjadi salah satu faktor meningkatnya penggunaan Narkotika di kalangan pemuda”, ungkapnya. Selain itu, upaya untuk mengawasi generasi muda tersebut juga sesuai dengan firman Allah  QS An Nisa ayat 6 yang artinya :

BACA JUGA  Belajar Bersyukur

“dan hendaklah takut kepada Allah, orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka generasi yang lemah”.

Komentar

komentar