HUKUM ISLAM DAN BUDAYA LOKAL: TELAAH UNSUR LOKALITAS DALAM PEMBENTUKAN HUKUM ISLAM


Total kunjungan 72 , Kunjungan hari ini 1 

Oleh : Mohammad Ikhwanuddin, SHI., MHI

Abstract

The discourse on Islamic law and local culture often does not go well . The existence of a culture that is considered to be the result of human creativity and run more dynamic and progressive, have a different characters with Islamic law where Islamic law rooted in the two most important things in any legal establishment, the Quran and Hadith. However, in the level of theory and practical, the establishment of Islamic law was not completely negates the local culture. Intersection both have a mutually dependent relationship in the early formation of Islamic law. Islam, with its legal source, acculturated beautifully with elements of the locality was able to revive opposition, and will occur repeatedly, about islamic law, local culture and law reform.

BACA JUGA  Proposal PIM 8 Mahasiswa FAI Lolos Seleksi Tahap 1

Keywords : Islamic Law , Culture , and Law Reform .

Abstrak

Diskursus mengenai Hukum Islam dan budaya lokal sering kali tidak berjalan dengan baik. Keberadaan budaya yang dianggap merupakan hasil cipta manusia dan berjalan dinamis-progresif, dipandang memiliki karakter yang berlainan dengan hukum Islam di mana tekstualitas dalil pembentukan hukum Islam bersumber pada dua hal yang paling penting dalam setiap pembentukan hukum, yakni Al-Qur’an dan Hadis. Akan tetapi, dalam tataran teori dan praktis, pembentukan hukum Islam ternyata tidak sama sekali menegasikan nuansa lokalitas. Persinggungan keduanya memiliki relasi yang saling terikat dalam pembentukan awal hukum Islam. Islam, dengan sumber hukumnya, berakulturasi dengan indah dengan unsur lokalitas ternyata mampu menyadarkan kembali pertentangan, dan akan terjadi berulang, mengenai hukum Islam dan budaya lokal.

BACA JUGA  Mahasiswa FAI Menjadi Qori' di UMO 2017

Kata Kunci: Hukum Islam, Budaya, dan Pembentukan Hukum.

Keterangan : Artikel diterbitkan cetak pertama kali oleh Jurnal al-‘Ibrah ; Jurnal Studi Keislaman Vol.11 No.2 Juli 2015. Unggahan di sini menjadi semacam reposiroty pribadi. Terima kasih.

Artikel bisa diunduh di tautan berikut : https://drive.google.com/file/d/17byaU-h2T-eD3ydxVFqZqzyMu9Et-uDa/view?usp=sharing

Komentar

komentar


Mohammad Ikhwanuddin

About Mohammad Ikhwanuddin

Mohammad Ikhwanuddin SHI MHI, Dosen dan Sekprodi Hukum Keluarga Islam ( Ahwal Syakhshiyyah) Fakultas Agama Islam UMSurabaya, dan menjadi salah satu Anggota ADHKI (Asosiasi Dosen Hukum Keluarga Islam ). Kini sedang menjalani pendidikan doktoral (S3) Prodi Studi Islam ( Islamic Studies) UIN Sunan Ampel Surabaya dengan Beasiswa Mora Scholarship Program 5000 Doktor Kemenag RI Tahun 2017. (Telepon/WA 083849992503)

Leave a comment