Jadikan Kegiatan Membaca Sebagai Kegemaran


Total kunjungan 474 , Kunjungan hari ini 7 

“Kemajuan suatu bangsa dan negara bisa dilihat dari kemajuan perpustakaan dan budaya membaca dalam negara tersebut”

Oleh: Dawimatul Mahsunah

            Pernah mendengar sebuah pepatah yang berbunyi “Buku Adalah Jendela Dunia”??? ya, pepatah tersebut adalah merupakan sebuah rangkaian kata yang telah sering terdengar oleh telinga masyarakat di dunia, sebuah kalimat yang jika dikaji lebih dalam maka akan menemukan makna yang tepat terkait dengan pentingnya sebuah aktivitas membaca bagi kemajuan bangsa. Membaca di sebagian kalangan masyarakat Indonesia tergolong masih sangat rendah dengan notabene pendidikan yang rendah pula, UNDP telah menetapkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia berada pada urutan ke-39 dari 41 negara yang disurvei, bagaimana tidak? Sekolah dasar di Indonesia yang memiliki perpustakaan hanya sekitar 1%, sedangkan SLTP dan SLTA sekitar 59%. Bangsa ini telah melewatkan dunia baca dan mulai menuju pada duni visual yang berupa televisi, masyarakat ini telah miskin referensi dan literasi.

            Fakta miris semakin terkuak, hal ini menjadi tugas bagi kita semua khususnya pemerintah, bagaimana cara untuk meminimalisir buta huruf pada masyarakat Indonesia. Setelah mampu memberantas buta aksara maka pemerintah memiliki tugas untuk mengkampanyekan tradisi gemar membaca di kalangan masyarakat, bukan malah sebaliknya menyuguhi masyarakat dengan tontonan televisi khususnya pada anak-anak. Hal ini terlihat dari data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2006 yang menunjukkan bahwa masyarakat kita belum menjadikan kegiatan membaca sebagai sumber utama mendapatkan informasi. Orang lebih memilih menonton TV (85,9%), mendengarkan radio (40,3%) ketimbang membaca koran atau majalah (23,5%). Ada banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh dari aktivitas membaca itu sendiri, salah satunya adalah semakin bertambahnya ilmu pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan membaca, di samping itu membaca juga bisa menjadi sebuah alat jitu untuk menghilangkan stres setelah seharian bergelut dengan urusan pekerjaan di luar rumah bagi para masyarakat yang telah memiliki pekerjaan, dan bagi anak-anak atau bahkan remaja bisa dimulai berlatih untuk gemar membaca dengan bacaan-bacaan ringan seperti komik, majalah, dan novel, karna bacaan tersebut mudah dicerna oleh akal dan bersifat menghibur, dengan membiasakan untuk membaca maka generasi muda Indonesia tidak akan melalaikan kegiatan membaca dan bahkan bisa menjadi kegemaran tersendiri.

            Dengan sering membaca maka setiap orang bisa mengambil manfaat dari pengalaman orang lain, bahkan keyakinan seseorang akan bertambah dengan membaca buku-buku yang bermanfaat seperti buku yang ditulis oleh penulis-penulis muslim yang shaleh, buku merupakan penceramah terbaik yang bisa mempengaruhi dengan kuat untuk membimbing pembaca menuju kebaikan dan menjauhkan dari kedhaliman. Selain itu kegiatan membaca juga mempunyai manfaat penting dalam peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM), terutama tentang ilmu pengetahuan alam dan ilmu pengetahuan sosial, kita juga akan memperoleh berbagai informasi serta pengetahuan yang belum kita ketahui sebelumnya, sehingga kita tidak tertinggal dari negara-negara lain.

            Membaca merupakan sebuah aktivitas yang mudah, namun terasa begitu sulit untuk meluangkan sedikit waktu demi terciptanya kegiatan gemar membaca, apalagi pada era globalisasi ini yang telah dimanjakan dengan teknologi-teknologi yang begitu canggih dan menarik semua kalangan menyebabkan budaya membaca tidak lagi menjadi sebuah rutinitas hidup, melainkan hanya sebagai pekerjaan sampingan saja yang bahkan lebih banyak dilupakan oleh sebagian besar kalangan, hal itu menjadi salah satu penyebab rendahnya sumber daya manusia di Indonesia. Ketidak gemaran membaca membuat masyarakat kita terlihat amat kecil pada pandangan dunia karena sedikitnya informasi yang kita peroleh khususnya dari kegiatan membaca, padahal informasi dan ilmu pengetahuan dari masa ke masa semakin lama semakin bertambah pesat, kemudian bagaimana dengan kita masyarakat Indonesia? Akankah kita akan tertinggal jauh dari perkembangan zaman dan hanya bisa diam saja dengan keterpurukan ini??? Hanya kita masing-masing yang bisa menjawab pertanyaan ini, jika kita tidak ingin tertinggal dari perkembangan zaman maka marilah kita memulai membaca dan mulai mengajak serta membimbing generasi muda lainnya untuk gemar membaca.

BACA JUGA  Berfikir Kritis Humanis

            Kita sebagai manusia telah diberikan akal yang lebih baik dibandingkan dengan makhluk lain, seharusnya bisa menelaah lebih dalam lagi tentang ilmu pengetahuan yang akan selalu berkembang dan tak akan pernah habis walau kita terus menggali. Membaca merupakan salah satu sarana untuk mencapai itu semua, sekarang tinggal bagaimana kita menumbuhkan sikap gemar membaca dimanapun kita berada. Berikut ini akan disebutkan beberapa langkah untuk  menumbuhkan budaya gemar membaca diantaranya yaitu dengan memperkenalkan arti penting kegiatan membaca bagi kehidupan, dan yang kedua adalah perlunya membentuk suatu kebiasaan membaca yang dimulai dari lingkungan keluarga dengan menyediakan fasilitas berupa perpustakaan sederhana di dalam rumah yang menyimpan dan mengoleksi buku-buku ringan serta menghibur yang bisa menjadikan anggota keluarga gemar untuk membaca. Perlu ditekankan lagi bahwa dengan membentuk kebiasaan maka suatu saat kebiasaan tersebut akan membentuk kita menjadi orang yang terbiasa dengan kebiasaan itu, sehingga membaca bisa sebagai suatu kegiatan utama yang bisa disetarakan dengan kegiatan makan dan minum yang setiap hari dilakukan karena kita tidak akan bisa meninggalkan kegiatan tersebut, dan itu merupakan tujuan puncak untuk kegemaran membaca, tetapi sangat disayangkan karena tidak banyak masyarakat yang bisa menikmati kegiatan membaca, hanya sekedar membaca saja mungkin bisa, tetapi untuk mendapatkan manfaat  atau informasi dari kegiatan membaca tersebut belum bisa dicapai, atau bahkan kita merasa tersiksa setelah kita membaca, sehingga hanya sebagian masyarakat saja yang menjadikan kegiatan membaca sebagai hobinya, orang yang seperti itulah yang bisa merasakan manfaat dan kepuasan dalam membaca sehingga tidak merasa tersiksa pada saat membaca, kemudian bagaimana bisa anak sekolahan meninggalkan kegiatan membaca atau bahkan bisa dibilang takut membaca karna merasa bosan setiap kali kegiatan tersebut dilakukan, padahal kegiatan untuk anak yang masih duduk di bangku sekolah merupakan kegiatan pokok untuk menunjang ilmu pengetahuan mereka.

            Dengan banyaknya peristiwa anak takut membaca, maka rasa gemar membaca perlu dikenalkan dan juga ditanamkan kepada anak sejak dini, walau anak tersebut belum bisa membaca secara lancar atau belum bisa memahami isi bacaan tetapi dengan kita mengenalkan sejak dini merupakan upaya yang kita ambil agar generasi yang akan datang bisa memiliki semangat dan gairah dalam kegemaran membaca, tetapi tidak lupa juga untuk kita agar bisa menyesuaikan bacaan apa yang diberikan kepada anak agar bisa menarik minat baca, dan peran orang tua atau guru juga tidak kalah penting untuk menjadikan anak menjadi gemar membaca dengan cara membacakan sebuah buku semenarik mungkin sehingga menumbuhkan rasa ingin tau dan anak juga akan terpengaruh oleh suasana yang kita bawakan ketika membacakan buku sehingga mereka dapat menikmati kegiatan tersebut.

BACA JUGA  Kampus Merdeka, Lulusan Berdaya Saing

          Yang harus kita akui dengan realita yang ada adalah kurangnya bahkan sulitnya menemukan teladan membaca dalam masyarakat, mungkin banyak dari kita yang gemar membaca tetapi hanya melaksanakan kegiatan tersebut di ruangan tertentu saja, sedangkan generasi muda kita juga perlu melihat langsung keasyikan dari membaca,mereka perlu melihat contoh nyata tentang bagaimana kegiatan membaca bisa dijalankan dengan cara yang menyenangkan dan dapat menghadirkan banyak manfaat, seperti warga Jepang yang menjunjung tinggi kegiatan membaca, bahkan dalam perjalanannya menuju tempat kerja mereka masih meluangkan waktunya untuk membaca buku, kegiatan tersebut menjadi ciri khas mereka sehingga warga Jepang menjadikan kegiatan membaca buku sebagai bagian dari kehidupan, mereka juga memiliki semboyan tersendiri yaitu tiada hari tanpa membaca buku.

              Memunculkan rasa gemar membaca memang tidak mudah, selain teknik-teknik membaca agar menyenangkan juga kita perlu menciptakan rasa suka untuk membaca, bagaimana caranya agar perpustakaan menjadi tempat favorit??  Dan bagaimana agar pelajar serta masyarakat umum tidak rela membiarkan waktu luangnya tanpa membaca?? Semua itu bisa diantisipasi dengan menyulap perpustakaan menjadi tempat yang tidak terlihat seperti kuburan, tempat yang menari bagi seluruh generasi, dan memperbanyak koleksi perpustakaan dengan buku-buku yang bermacam-macam serta menarik untuk dibaca, karena walaupun manfaat dari buku sudah sangat jelas akan tetapi masih banyak juga orang yangbelum mengetahui manfaat membaca sehingga menganggap bahwa membaca tidak membawa manfaat apa-apa sehingga mereka semakin menganggap jika membaca itu tidak perlu, jika terjadi sepert itu maka salah satu bentuk kampanye gemar membaca adalah dengan menunjukkan manfaat konkrit dari kegiatan membaca, bukan hanya dengan poster atau spanduk besar saja akan tetapi juga menunjukkan bahwa kita benar-benar mendapatkan manfaat yang tak tertandingi nilainya dari kegiatan membaca. dalam bahasa jawa juga terdapat peribahasa yang berbunyi tresno jalaran soko kulino” atau cinta itu tumbuh karena terbiasa, kita juga dapat menggunakan peribahasa ini untuk rangka kampanye gemar membaca, jika setiap hari kita sudah terbiasa membaca maka kegemaran membaca akan muncul dengan sendirinya, dan ini merupakan langkah awal dalam pemberdayaan gemar membaca.(imam nurhadi.1988).

                 Bukan hanya Jepang saja yang mengutamakan kegiatan membaca buku, akan tetapi masih banyak lagi negara-negara maju lainnya yang menomor satukan membaca, kemajuan suatu bangsa dan negara bisa dilihat dari kemajuan perpustakaan dan budaya membaca dalam negara tersebut, seperti negara Cina yang memiliki budaya literasi untuk melestarikan ajaran dan budaya leluhurnya sehingga ilmu pengetahuan berkembang pesat,hingga ada peribahasa arab yang artinya tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina, Jepang juga disegani di kawasan asia karena kemajuannya dalam bidang literasi berbasis budaya lokal yang mampu membuat perpustakaan-perpustakaan sebagai penunjang kemajuan dan pertahanan budaya Jepang, sedangkan negara tetangga indonesia yang terdekat yaitu singapura dengan umur negaranya yang relatif lebih muda dari indonesia telah mampu menyaingi kemajuan di segala bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dengan negara-negara disekitarnya, hal ini tidak lepas dari pembangunan serta penyediaan perpustakaan terbesar hampir diseluruh wilayah negara ini. (sulistyo basuki.1992). Perpustakaan merupakan penunjang utama dan pemicu kemajuan dalam dunia pendidikan, jadi kemajuan suatu bangsa bisa dilihat dari aktivitas masyarakatnya dalam kegiatan membaca, karena aktivitas tersebut berdampak pada sumber daya manusia negara tersebut, diibaratkan dengan batu yang sering digosok maka akan menjadi batu yang bercahaya, dan besi jika diasah maka akan semakin tajam, jadi bacalah buku apa saja maka otak akan merekam sesuai dengan banyaknya buku yang kita baca, mari kita mulai dengan membaca buku-buku yang kita sukai.(ibrahim:2002).

BACA JUGA  Belajar Menyikapi Getir Kehidupan pada Nur Cholis Huda

            Terdapat keuntungan dari membaca buku menurut para ahli yaitu dapat memberikan dampak positf dan bisa menyenangkan bagi otak kita, selain itu membaca juga bisa membantu untuk meningkatkan keahlian kognitif serta meningkatkan perbendaharaan kosakata, selain itu juga dapat meningkatkan pemahaman, kebiasaan membaca yang dilakukan oleh siswa ataupun mahasiswa bisa meningkatkan pemahaman serta memori tak yang semula tidak mengerti menjadi lebih mengerti setelah membaca. Dari sini sudah jelas bahwa kegiatan membaca sangatlah penting untuk membantu seseorang dalam peningkatan pemahaman terhadap suatu materi yang dipelajarinya, membaca juga bisa menambah wawasan serta ilmu pengetahuan, untuk manfaat yang satu ini sudah sering kita dengan sejak kecil, masih ingat kan ketika guru kita berulang kali mengingatkan bahwa membaca merupakan salah satu sarana untuk membuka cakrawala dunia, dengan memilki banyak wawasan dan ilmu pengetahuan kita lebih percaya diri untuk menatap dunia, mampu menyesuaikan diri dalam berbagai pergaulan dan tetap bisa melihat serta menghadapi gejolak zaman, selain itu juga berdampak mengasah kemampuan menulis, selain kita bisa menggunakan wawasan sebagai bahan, kita juga bisa mempelajari gaya menulis orang lain dari tulisannya, dengan membaca kita bisa memiliki kekayaan ide yang melimpah untuk Menulis. (mary leonhardt, 2002). Membaca juga bisa berdampak pada kemampuan kita berbicara di depan umum, jangkauan kita bisa terbatas untuk peristiwa-peristiwa di dunia, akan tetapi kita bisa menjagkaunya dengan membaca. Gemar membaca merupakan gerbang Utama menuju kemajuan negara, sekarang pilihan itu terdapat pada diri kamu, dan diri kita semua, masihkah mau bermanja-bermanja tanpa meluangakan waktu untuk membaca? Ataukah mulai menjadikan membaca sebagai kegemaran untuk kemajuan diri kita dan negara ini?

Daftar Rujukan

Leonhardt, mary.  99 cara menjadikan anak anda bergairah menulis. Bandung:penerbit kaifa, 2002

Ibrahim, Peningkatan minat baca. Jakarta:erlangga, 2002.

Basuki, sulistyo, Pengantar ilmu pengetahuan. Jakarta:gramedia, 1992

Nurhadi, imam, Pembinaan minat, kebiasaan dan budaya baca. Jakarta: perpustakaan nasional RI, 1988.

Biodata Penulis

            Lahir di Campurejo, Panceng, Gresik, Jawa Timur, 17 September 1996. Menempuh Madrasah Ibtidaiyah (SD) di MIM 19 Sidokumpul, dan melanjutkan Madrasah Tsanawiyah (SMP) di SMPM 27 Sidokumpul, kemudian menempuh Madrasah Aliyah di Pondok Pesantren Maskumambang. Lulus dari MA YKUI Maskumambang pada tahun 2015 dan kemudian melanjutkan di program Studi PAI Universitas Muhammadiyah Surabaya yang sekarang sedang duduk di semester 4, selain aktif dalam perkuliahan juga turut aktif dalam organisasi IMM.

 

Komentar

komentar

Leave a comment