Kader sebagai penyambung genealogi organisasi


Total kunjungan 57 , Kunjungan hari ini 1 

Hidup adalah proses regenarasi, dari generasi tua ke generasi muda, dari usia senja ke usia belia. Pun dalam dunia organisasi, baik internal maupun eksternal kampus atau fakultas. bukanlah perkara serampangan untuk melangsungkan organisasi, ada aturan yang bermain yang diciptakan guna mengatur dan memberi pedoman, sebagai landasan pergerakan. Ada dan jelas alur yang akan dilalui.

Sebagai contoh, di salah satu Himpunan Mahasiswa di Fakultas Agama Islam mengadakan Musyma (Musyawarah Mahasiswa), bahasa sederhananya adalah berkumpulnya seluruh jajaran pengurus organisasi dan seluruh mahasiswa yang terhimpun dalam suatu lingkup program studi (prodi) tersebut, dan diawasi oleh beberapa dosen, guna mengevaluasi dan menentukan kepemimpinan baru dengan jalan musyawarah. Secara otomatis, pergeseran strata sosial di lingkup fakultas berubah. Kemudian berganti dan mucul lah kader-kader baru orgaisasi. Begitu pula di organisasi otonom Muhammadiyah, IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah). Ada Musyawarah Komisariat jika di lingkup universitas. Dan seterusnya.

BACA JUGA  Mahasiswa Masa Depan Bangsa

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kader berartikan “orang yang diharapkan memegang peran yang penting dalam pemerintahan, partai dan sebagainya”. Berhubung kita semua berada pada tatanan kemahasiswaan, dan jika kita tarik kedalam, maka kader bermakna orang-orang (mahasiswa) yang akan memegang nahkoda pergerakan nantinya. Alur dan arah gerak akan berjalan sesuai kinerja nahkoda terpilih.

BACA JUGA  Berfikir Kritis Humanis

Meminjam sebuah sabda perubahan Bapak Revolusioner Indonesia, Tan Malaka : “Sedangkan sebetulnya cara mendapatkan hasil itulah yang lebih penting daripada hasil sendiri”.

Ada proses dalam sebuah hasil, entah dengan cara apapun itu. Lalu ada pemetikan buah dari sebatang pohon, entah siapapun petani yang menanam itu. Proses pembenihan, perawatan serta penumbuhan suatu jenis pohon, yang klimaksnya adalah resepsi panen raya oleh petani, maka sedikit berbeda dengan proses pengaderan di organisasi. Yang melakukan panen adalah yang dikader. Pengkader/ senior bertugas untuk pengawal jalannya dari awal hingga proses pengaderan (Pembenihan dan perawatan), lalu jika ada pertanyaan, “Apa yang bisa di panen oleh pengkader?”, jawaban saya, “Organisasi kemahasiswaan bukanlah sebuah partai”. Karena menjadi pengkader adalah sebuah panggilan jiwa, atas dasar kesadaran untuk membangun sebuah generasi. Dan yang dipanen pengkader, adalah amal dan ilmu yang bermanfaat (Insyaallah, Aamiin).

BACA JUGA  Ketika "Hoax Lama Beredar Kembali"

Sebagai paragraf terakhir, pada tulisan saya yang kedua ini. meminjam sebuah tulisan indah dari sastrawan ulung, juga aktivis : Wiji Thukul. “Kamu calon konglomerat ya, kamu harus rajin, Jangan ditelan sendiri, berbagilah dengan teman-teman yang tak mendapat pendidikan”. Fastabiqul khoirot…

By : Ahmad Muhammad Assyifa (Sekretaris Umum IMM Al-Qossam)

Komentar

komentar

Leave a comment