Kemunduran Dalam Beretika


Total kunjungan 94 , Kunjungan hari ini 1 

Oleh : M. Arfian Septiansyah

Dengan seiring majunya zaman dan teknologi daya berpikir mulai berkembang akan tetapi tidak diiringi dengan sopan santun yang baik. Anak-anak zaman sekarang kurang memperhatikan sikap mereka terhadap orang yang lebih tua, mereka seakan tidak peduli dengan perilaku yang ditampakkan disekelilingnya, alhasil, seolah dibenak  hati dan pikirannya itu merupakan sesuatu hal yang wajar , bahkan apabila seseorang yang marah atau jengkel terhadap ulah buruk mereka senyum pun terpampang seakan kesuksesan mereka raih, walau tanpa dia sadari dengan sikapnya itu telah menyakiti hati seseorang.

Andai mereka sadari perilaku tersebut bisa terjadi padanya dirinya mungkinkah mereka akan berbuat seperti itu. beginilah gambaran karakter anak-anak zaman sekarang yang kerap menindas kaum yang lemah, mungkingkah pendidikan di negeri ini yang salah yang menjunjung tinggi nilai kognitif tetapi akhlaq dan perilaku masih kurang diperhatikan sehingga masih sering terlihat hukum rimba di setiap lembaga pendidikan dimana anak didik yang paling kuat menindas anak didik yang lemah dan ini bukanlah hal asing diamata kita. Rasa sopan santun pun hilang, tidak ada lagi rasa menghormati satu sama yang lain. Tak bisa dipungkiri lagi dengan semakin berkembangnya zaman media-media elektronik justru menampilkan sesuatu tayangan yang justru dapat membuat mundur akhlaq dan perilaku yang sepatutnya dicontoh khalayak umum, sering kita melihat sinetron yang menampilkan adegan kekerasan, durhaka terhadap orang tua, penindasan dan ini diperankan oleh anak-anak muda dan lebih parah lagi menggunakan seragam sekolah bahkan artis artis dinegeri kita ini yang seharusnya menjadi panutan bagi masyarakat khususnya kaum muda malah berbuat buruk dan tingkah laku mereka terkadang tidak wajar namun masyarakat menerimanya dengan baik kemudian mereka tiru sehingga dapat menimbulkan kemunduran sikap apabila kita tidak pandai dalam menyikapi tayangan yang ditampilkan dalam media elektronik

BACA JUGA  Proposal PIM 8 Mahasiswa FAI Lolos Seleksi Tahap 1

Dampak paling buruk dari hilang rasa sopan santun adalah hilangnya rusaknya akhlaq didalam diri dan sering kita jumpai aksi tawuran baik yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat atau para menpelajar, ini disebabkan karena rasa saling menghargai satu sama lain sehingga muncullah aksi gagah-gagahan yang dapat mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Bukan hanya itu tindakan asusila kerap terjadi baik dikalangan pelajar maupun masyarakat sekitar lebih parahnya lagi perbuatan mereka yang sekira yang tak patut dilakukan tersebut justru dengan bangganya tanpa ada rasa malu sedikitpun mereka abadikan kemudian disebarluaskan didalam dunia maya dan hal ini bukanlah menjadi rahasia umum lagi.

BACA JUGA  Senjata Disiplin

Haruskah dalam hal ini sekolah yang patut dipersalahkan karena tak dapat mendidik dengen benar anak didik mereka atau mungkin ada oknum guru yang bertindak demikian, yang kerap tanpa alasan membully anak didik mereka yang terlihat lemah atau mungkin teman mereka sehingga perilaku ini menurun pada murid mereka karena yang spatutnya menjadi role model yang malah melakukan hal yang dirasa kurang pantas dilakukan oleh para pendidik. Mungkin para pendidik saat ini jenuh diakibatkan kebijakan pemerintah yang berubah-ubah dalam menetapkan kurikulum yang menjadikan para pendidik saat hanyalah sebagai boneka pendidikan yang hanya bertugas menyampaikan bahan ajar saja tanpa memberikan adanya pelajaran karakter serta acuh tak acuh terhadap tingkah laku dari diri pendidik itu sendiri. Namun tidak semua pendidik seperti itu adapula yang tulus dalam mengajar, dia menjadi uswatun hasanah karena jasanya yang telah membangun sekolah yang dulu terkucilkan menjadi terkenal dan kerap mengajarkan akhlaq dan budi pekerti yang baik.

BACA JUGA  Galakkan Kewirausahaan, FAI UMSurabaya buka Stand Bazaar di Kampung Ramadhan

Tidak adil rasanya apabila kita hanya menyalahkan sekolah yang dapat mengakibatkan hilangnya rasa sopan santun karena pendidikan dari seorang anak yaitu dari lingkungan keluarga yang baik akan tercipta insan yang baik pula. Orang tua baiknya mengajar pelajaran agama sedini mungkin kepada anak mereka dan mengarahkan kepada hal-hal yang berbau religius seperti mengenalkan kepada mereka siapa tuhan mereka dan mengajarkan ibadah tepat waktu agar mereka memiliki karakter disiplin. Serta memberikan pelajaran bahwa didalam masyarakat kita harus saling menghormati satu sama yang lain agar terjalin kerukunan didalam masyarakat.

 

Komentar

komentar

Leave a comment