Membangun Toleransi Beragama di Tengah Keberagamaan Bangsa


Total kunjungan 67 , Kunjungan hari ini 1 

Keberagamaan (pluralitas) yang membentuk NKRI merupakan sebuah anugerah yang istimewa. Keragaman tersebut perlu dirawat dengan semangat membangun sikap beragama yang toleran, inklusif serta berorientasi pada persatuan dan kesatuan bangsa.

Demikian salah satu hasil Seminar Keagamaan dengan tema “ Membangun Toleransi Umat Beragama Demi Tegaknya NKRI ; Membangun Kehidupan Beragama yang Inklusif untuk Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa) “, di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Kamis 29 Desember 2016.

Beberapa pemateri yang hadir di antaranya Dosen FAI UMSurabaya Arfan Muammar, Sosiolog Unesa M. Jacky, dan serta Ketua Umum FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Jawa Timur Shofwan. Arfan menyoroti toleransi beragama dengan mengambil preseden klasik dalam mengamalkan toleransi.

BACA JUGA  Safari Akademik HIMAPAI ke UMY dan UMS

Melalui artikel berjudul “Konsep Tasamuh dalam Islam ; Mengaktualisasikan Konsep Tasamuh Rasulullah dalam Konteks Kehidupan Beragama di Indoensia”, Penulis buku Islam Puritan ini mengetengahkan narasi bahwa akar konflik beragama di Indonesia masih ditengarahi oleh justifikasi interpretasi yang konservatif, kurang memadai, bersifat parsial dan cenderung radikal. Pada taraf selanjutnya, interpretasi demikian akan melahirkan sebuah pemahaman yang tertutup, di mana kebernaran menjadi “Hak Milik Pribadi” dan menegasikan inklusivitas dalam beragama.

BACA JUGA  Kampus Merdeka, Lulusan Berdaya Saing

Inklusivitas tersebut sebenarnya berangkat dari sebuah fakta sosial keragaman keagamaan yang ada di Indonesia. Oleh karena itulah, “modal sosial” keragaman ini perlu disemai dalam orientasi kebangsaan yang lebih luas. M. Jacky menyuguhkan artikel “Keragamaan Agama Sebagai Modal Sosio-Kultural Membangun Keutuhan NKRI yang Berdasarkan Pancasila” dan menegaskan kembali, bahwa NKRI tanpa Islam kurang lengkap. Sebagaimana NKRI tidak lengkap tanpa Katolik, Protestan, Hindu, Budha, dan Kinghucu.

Modal sosial keragaman bernilai tinggi ini yang semestinya bisa diorganisir menjadi kekuatan dalam membangun NKRI, dan secara praktif-aplikatif, hal ini pula yang menjadi semangat kinerja Forum Kerukunan Umat Beragama Jawa Timur.

BACA JUGA  Indahnya Toleransi Antar Umat Beragama

Beragama di tengah komunitas yang beragam kini seakan menjadi ujian kebersamaan yang terus berulang. Lagi dan lagi. Terlebih, di tengah arus radikalisme yang semakin menguat, beragama kerap terekspresikan dengan sikap saling curiga, prasangka, benci, hingga melakukan tindakan anarkis terhadap kelompok agama yang berbeda. Tentu sikap ini bertolak belakang, dengan semangat mayoritas umat beragama untuk membangun toleransi demi penegakan NKRI yang bermartabat

Komentar

komentar


Mohammad Ikhwanuddin

About Mohammad Ikhwanuddin

Mohammad Ikhwanuddin SHI MHI, Dosen dan Sekprodi Hukum Keluarga Islam ( Ahwal Syakhshiyyah) Fakultas Agama Islam UMSurabaya, dan menjadi salah satu Anggota ADHKI (Asosiasi Dosen Hukum Keluarga Islam ). Kini sedang menjalani pendidikan doktoral (S3) Prodi Studi Islam ( Islamic Studies) UIN Sunan Ampel Surabaya dengan Beasiswa Mora Scholarship Program 5000 Doktor Kemenag RI Tahun 2017. (Telepon/WA 083849992503)