Menghafal Al-Quran Metode Otak Kanan ala Ustad Rony


Total kunjungan 698 , Kunjungan hari ini 1 

Catatan ringkas oleh :
Mohammad Ikhwanuddin

Suasana lapang Masjid Al-Akbar Surabaya siang kemarin (Senin, 24/04/2017) terasa sempit dan padat. Hal ini dikarenakan ada acara Sehat dan Cerdas Bersama Al-Quran oleh Ustad Rony al-Gontory ( Ketua Yayasan Daarul Hidayah Nasional, Penemu Metode Menghafal Al-Quran Melalui Otak Kanan), dan dihadiri oleh puluhan ribu jamaah yang memadati seluruh lantai 1 Masjid al-Akbar Surabaya.

Menurut sang Ustad, kesehatan dan kecerdasan yang berhubungan dengan Al-Quran sangat erat kaitannya. Termasuk saat berproses di hafalan Al-Quran.

Kesehatan, baik secara fisik, mental, dan psikis rileks sangat dibutuhkan dalam proses menghafal. Sementara itu, banyak ayat al-Quran (beserta hadis) yang memberikan ajaran dan doa berkaitan dengan kesehatan atau kesembuhan atas penyakit tertentu, baik penyakit dzahir maupun batin
(mengenai macam doa dari Al-Quran dan Hadis berkaitan dengan Ruqyah, Ust Rony sudah menyusun buku tersendiri).

Menghafal dengan Otak Kanan

Sebagai penemu Mengafal al-Quran dengan otak kanan, Alumnus Fakuktas Syariah ISID (UNIDA) Gontor Jawa Timur ini melatih peserta pelatihan dengan gerakan untuk mengasah fokus. Terus berusaha fokus merupakan salah satu tantangan dalam proses menghafal al-Quran.

BACA JUGA  Membangun Komunikasi itu Penting

Beberapa pelatihan senam fokus (secara lebih lengkap disampaikan di buku beliau) adalah senam jari dan tangan. Mulai gerakan jari ke kanan dan kiri,
menggerakkan jempol kiri di depan mata secara horisontal ke kanan dan kiri, lalu ada gerakan tangan kanan ke arah atas-bawah sementara tangan kiri ke kanan dan kiri dan sebagainya.

Senam tersebut bisa dilakukan secara rutin, masing-masing gerakan 3 menit setiap hari. Ini untuk menstimulasi kerja otak kanan agar dapat fokus pada sesuatu, memperkuat hafalan bahkan meminimalisasi kepikunan.

Sambil melatih otak kanan dengan gerakan senam tersebut, Ustad Rony mengenalkan metode menghafal al-Quran melalui 3 tahap, yakni Azam, Yaqra’ dan Talqin.

A. Azam

Merupakan kunci utama dalam proses mengahafal Al-Quran. Karena pondasi dan kekokohan komitmen menghafal ditempa di tahap ini.

Azam ini merupakan keinginan yang kuat, yang akan bertemalikan dengan tekad yang kuat, niat ikhlas, semangat tinggi dan kepemilikan akan target yang jelas.

BACA JUGA  Beasiswa Riset (Skripsi, Tesis, Disertasi) BAZNAS 2020

Adapun praktek Azam bisa dilakuakan secara kontinyu melalui :
1. Konsentrasi.
2. Bernafas dengan teratur dan tidak tergesa
3. Mengondisikan tubuh untuk rileks.

B. Yaqra

Yaqra dalam bahasa Arab berati membaca. Karena bentuk diksi “Yaqra” berupa Fiil Mudhori'(memiliki kaitan waktu masa kini/ zaman hal dan masa mendatang/ mustaqbal) maka Yaqra memiliki faidah Istimrariyah (berkelanjutan). Maka, “Yaqra” di sini adalah membaca ayat berulang dan berkesinambungan.
( dalam diksi lain seperti Takror/Tikror, Murojaah, nderes dll).

Praktek Yaqra dilakukan dengan tahapan berikut:
1. Membaca ayat min. 5 kali (lebih banyak, lebih baik).
2. Membaca dan memahami terjemah ayat yang dibaca.
3. Mengingat kata pertama di ayat yang kita baca.
4. Mengingat huruf pertama (pada kata pertama) di ayat yang kita baca.
5. Merasakan ketenangan seolah sedang berbicara dengan Allah.
6. Mengulangi bacaan sambil mengingat terjemah/makna.

C. Talqin

Talqin adalah pendiktean. Talqin ini dimaksudkan untuk memastikan (kebenaran) penyampaian/pengucapan/hafalan.

Tahapan ini untuk memastikan bahwa ayat yang sudah dibaca dan (akan/telah) dihafal sudah diklarifikasi penyampaiannya melalui instrumen simbol berupa huruf latin.

BACA JUGA  Raker HIMAHKI dan HIMAPAI, Mulai Nobar Hingga Tadabbur Alam

Menurut Ust Rony, di tahapan inilah, optimalisasi kerja otak kanan dilakukan. Di samping mengingat (fungsi otak kiri) kata dan huruf pertama ayat, juga mengkait-eratkannya dengan (transliterasi) melalui simbol huruf latin.

Praktek Talqin dilakukan dengan:
1. Mengingat simbol huruf latin sebagai pengikat hafalan ayat
2. Sembari menggunakan cara di atas, silahkan membaca ayat yang akan (/telah) dihafal min. 5 kali.
3. Mengulangi hafalan dengan mengingat simbol latin atas huruf pertama di ayat yang sedang dihafal.

Semoga bermanfaat

NB:
1. Paketan Buku Ust Rony
a. Buku panduan Ruqyah 50.000
b. Buku Panduan Juz 1 50.000
c. Buku Panduan Juz 2 50.000
d. Buku Panduan Juz 30 100.000
(pembelian secara lengkap seharga 200.000).

b. Instumen lain yang membantu dalam proses menghafal di antaranya dengan bersedekah setiap hari dengan kadar semampunya, beristighfar setiap hari (min.100 kali) sebelum memulai hafalan.

c. Kontak Ust Rony untuk mengundang/konsultasi bisa menghubungi no. berikut: 085217127903

Komentar

komentar


Mohammad Ikhwanuddin

About Mohammad Ikhwanuddin

Mohammad Ikhwanuddin SHI MHI, Dosen dan Sekprodi Hukum Keluarga Islam ( Ahwal Syakhshiyyah) Fakultas Agama Islam UMSurabaya, dan menjadi salah satu Anggota ADHKI (Asosiasi Dosen Hukum Keluarga Islam ). Kini sedang menjalani pendidikan doktoral (S3) Prodi Studi Islam ( Islamic Studies) UIN Sunan Ampel Surabaya dengan Beasiswa Mora Scholarship Program 5000 Doktor Kemenag RI Tahun 2017. (Telepon/WA 083849992503)

Leave a comment