Pendidikan Agama Berkarakter Toleransi Wajib Diajarkan Kepada Mahasiswa


Total kunjungan 64 , Kunjungan hari ini 3 

“Membincang Pengembangan Pendidikan Agama Berkarakter Toleransi di Perguran Tinggi”, demikian tema Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Surabaya, Selasa, 2 Agustus 2016 di Ruang Rapat Lt 2 Gedung G Kampus UMSurabaya. Hadirsebagai narasumber dalam FGD tersebut Dr. Turhan selaku Dosen PAI di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Dr. Choirul Mahfudz selaku Dosen PAI di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Bapak Sunan selaku Dosen PAI di Universitas Airlangga (Unair).

BACA JUGA  Seminar Ekspor-Impor, Perkuat Jaringan Saudagar Muhammadiyah

IMG-20160802-WA0010

Dalam diskusi tersebut, muncul berbagai solusi penerapan pendidikan agama berbasis toleransi di perguruan tinggi. Dr Turhan misalnya, menekankan bahwa Toleransi tidak hanya berupa toleransi antar agama saja, namun juga harus dipahami perihal adanya toleransi internal dalam suatu agama. Menurutnya, toleransi internal dalam agama juga tak kalah pentingnya untuk diajarkan kepada mahasiswa.

BACA JUGA  Tiga Dosen FAI lolos Beasiswa S3 Kementerian Agama RI Tahun 2016

Dr. Choirul Mahfudz menegaskan bahwa untuk mewujudkan pendidikan agama berkarakter Toleransi tidak cukup dengan hanya menyampaikan ceramah dalam kelas. Menurutnya, perlu ada studi lapangan baik berupa kunjungan kepada berbagai majelis agama, maupun dengan menganalisa kasus konflik antar umat beragama maupun antar kelompok dalam satu agama. Hasil dari kunjungan dan studi kasus tersebut kemudian menjadi bahan diskusi dalam kelas.

Sementara itu, Bapak Sunan menyampaikan bahwa pendidikan agama berkarakter toleransi dapat dilakukan dengan mengadakan kelas Ekscursie, yakni dengan mengumpulkan seluruh mahasiswa kemudian membagi menjadi beberapa kelompok yang di dalamnya terdiri dari berbagai latar belakang, kemudian kelompok tersebut diajak untuk mengamati dan menganalisa permasalahan keagamaan yang terjadi di masyarakat. Menurutnya, hal tersebut selain dapat mempererat hubungan antar mahasiswa dari disiplin ilmu yang berbeda, juga untuk menanamkan nilai toleransi dalam kehidupan mahasiswa.

BACA JUGA  Mahasiswa FAI Menjadi Qori' di UMO 2017

 

Komentar

komentar


Mohammad Ikhwanuddin

About Mohammad Ikhwanuddin

Mohammad Ikhwanuddin SHI MHI, Dosen dan Sekprodi Hukum Keluarga Islam ( Ahwal Syakhshiyyah) Fakultas Agama Islam UMSurabaya, dan menjadi salah satu Anggota ADHKI (Asosiasi Dosen Hukum Keluarga Islam ). Kini sedang menjalani pendidikan doktoral (S3) Prodi Studi Islam ( Islamic Studies) UIN Sunan Ampel Surabaya dengan Beasiswa Mora Scholarship Program 5000 Doktor Kemenag RI Tahun 2017. (Telepon/WA 083849992503)